Barak 1 News.com|Simalungun
Pembangunan Kolam ukuran 4 m x 4 m di areal sekolah SDN 096780 Gunung Maligas sangat di khawatirkan orang tua siswa, pasalnya, Kolam yang di bangunn pihak sekolah itu sering di lalui siswa-siswi SDN tersebut dan dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan para siswa.
Demikian disampaikan salah seorang wali murid yang tidak bersedia menyebutkan namanya baru-baru ini pada media Barak 1 News. Kekhawatir orangtua sangat beralasan, sebab saat jam istirahat , anak-anak bermain dengan leluasa dan naas kecebur ke kolam tanpa ada yang mengetahuinya.”Takutnya pak saat bermain anak-anak terpeset dan kecebur ke dalam kolam yang cukup dalam. kan bisa berbahaya bagi keselamatan anak-anak” ujarnya.

Mendapat informasi itu, Media Barak 1 News berusaha menemui Kepala Sekolah SD neg 096780 kamp. Tape Kec.Gunung Maligas Kab.Simalungun untuk menkonfirmasi apa yang menjadi keluhan wali murid dan langsung di terima Kepala Sekolah H. br Samosir di ruang kerjanya, Jum’at (24/11).
H br Samosir membenarkan tentang adanya galian berbentuk Kolam di sekitar sekolah yang gunanya sebagai penyerap air dari tanah lapang sekolah saat musim hujan. Apalagi lokasi sekolah berada di bawah perbukitan perkebunan sawit tanpa adanya drainase untuk menalirkan air. Maklumlah Pak, kalau sudah hujan, lapangan sekolah becek dan aktivitas sekolah akan terhambat aakibat genanga air.” jelasnya.
Masih menurut H br Samosir pada media, pembuatan kolam sudah melalui proses yang ada seperti pengajuan proposal ke Dinas Pendidikan dengan tembusan Camat dan perangkat desa serta para tokoh masyarakat. Permintaan mereka agar pemerintah menanggarkan pembangunan tembok sekolah yang berguna sebagai penahan air saat musim hujan dan membuat tutup plat besi atau semen diatas kolam agar para siswa/i aman saat bermain.
Selanjutnya pada bulan September tim dari Disdik Kab. Simalungun bidang sarana dan prasarana turun untuk meninjau langsung kondisi sekolah tersebut. Ada 3 (tiga) titik akan dilaksanakan pembangunan yaitu Tembok pagar, Gapura dan toilet. Akan tetapi yang di rekomendasikan oleh pihak Disdik setempat hanya tembok saja. Pada tahun Anggaran 2024 akan di bangun sekaligus ruang kelas baru.
Tentang kolam yang tanpa penutup itu menurut kepala sekolah pihaknya akan mencari dana terlebih dahulu, sebab untuk galian itu merupakan kebijakannya dengan dana pribadi,”Nantilah pak kami cari dananya dulu, karena itu masih pakai dana saya sendiri” ujar Kepsek sambil meniggalkan awal media. (P. Tamba)
