Barak 1 News.com|Labusel
Fery Andhika Dalimunthe, S.Kom, MM atau akrab di panggil Feri ini dikenal sebagai sosok muda yang energik, mempunyai ide – ide yang cemerlang yang dapat nantinya berbuat positif di tengah-tengah masyarakat di masa mendatang. Sebab, selain seorang politisi muda yang berhasil menakhodai Partai Demokrat sejak tahun 2012 hingga saat ini, Fery juga memiliki kemampuan dalam memimpin beberapa organisasi seperti Ketua PMI, PD Alwasliyah, JBMI, Ketua Yayasan Kesehatan dan Pendidikan Yayasan Dewi Sartika dan Ketua Dewan Pembina Nakhoda Adam, Andak dan Nurdin.Selain itu, Fery mempunyai jiwa sosialitas dan loyalitas yang tinggi terhadap semua kalangan.
Tokoh muda yang satu ini selain memiliki wawasan luas, Ia juga dikenal sosok yang mudah bergaul terhadap siapapun baik Orang tua, pemuda bahkan para pejabat sekalipun. Artinya, Fery mudah bergaul dalam setiap tingkatan yang ada di sekitarnya, tanpa memandang klasifikasi umur, strata ekonomi dan posisi jabatan dia sangat muda untuk berinteraksi.

Dengan karakternya yang luwes dan bersahaja, pada tahun 2009 – 2014, beliau di percaya memegang tampuk pimpinan tertinggi di legisltif sebagai Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Hadirnya beliau dalam sistem legislatif sebagai politisi muda saat itu sangat berpengaruh. Banyak kebijakan-kebijakan pemerintah Labuhanbatu Selatan yang tidak pro rakyat di kritisinya dan sangat peduli dengan potensi putra daerah ketimbang potensi dari luar daerah selagi kemampuan itu ada dimiliki putra daerah.
Pasca pemekaran Labuhanbatu, salah satunya Labuhanbatu Selatan membuat dirinya saat itu sebagai ketua DPRD Labuhanbatu Selatan harus bekerja keras agar pemerintahan dapat bersinergi dengan legislatif demi membangun Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang maju dan mandiri serta mampu mengimbangi kabupaten lain yang terlebih dahulu ada.
Dengan pengalamannya sebagai ketua DPRD Labuhanbatu Selatan dan seabrek prestasi serta keberadaannya di beberapa organisasi memanggil jiwanya untuk mengabdi kepada sesuatu yang lebih besar dengan maju sebagai caleg DPRD Propinsi Sumatera Utara dari Partai Demokrat dengan nomor urut 1 daerah Pemilihan 6 yang meliputi Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara.
Keinginannya maju sebagai caleg DPRD Propinsi Sumatera Utara hanya untuk mengabdi, berbuat yang terbaik sebagai perpanjangan tangan masyarakat agar dapat membangun daerah yang ada di tiga Kabupaten yaitu Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara.
” Dengan maju sebagai perwakilan masyarakat di tiga Kabupaten, saya berkeinginan dapat nantinya bisa berbuat banyak di tengah – tengah masyarakat, sebab berada dalam sistem” ucap Fery Andhika Dalimunthe, S.Kom.MM.

Berangkat dari alasan itu, Fery Andhika Dalimunthe, S.Kom.MM mencalonkan diri ikut kontestan pemilihan Calon Legislatif ( Caleg ) 2024 mendatang untuk DPRD Propinsi. Apabila masyarakat Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara memberikan kepercayaan dengan memilih dirinya tentu, akan lebih banyak waktu lagi untuk berbuat di tengah – tengah masyarakat.” Ucap Fery.
Kepiawaiannya dalam berpolitik tidak usah diragukan lagi dan itu sudah terbukti dan teruji dengan 2 periode sebagai anggota legislatif yaitu tahun 2009-2014 dan 2014-2019. Disamping itu beliau juga di percaya sebagai ketua di beberapa organisasi seperti Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Labuhanbatu Selatan dari tahun 2012 sampai dengan 2023, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Labuhanbatu Selatan sejak 2017 hingga 2027, Ketua PD Alwasliyah Kabupaten Labuhanbatu Selatan periode 2019-2024, Ketua Jaringan Batak Muslim Indonesia (JBMI) Kabupaten Labuhanbatu Selatan periode 2022-2027 dan Ketua Dewan Pembina Nahkoda Adam, Andak dan Nurdin Tahun 2023.
Dari pengalamannya berpolitik dan berorganisasi dapat menjadi gambaran ril bahwa beliau adalah sosok muda yang sangat berpotensi mewakili masyarakat Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara dalam kontestasi politik tahun ini. Masyarakat harus cerdas dalam memilih agar 5 tahun kedepan amanah yang dititipkan kepada para caleg dapat berjalan sesuai dengan harapan. bukan sebagai pemilih yang orientasinya finansial sehingga kedepannya merusak tatanan demokrasi itu sendiri. (red)
