Barak 1 News.com|Muba
Rencana Pemkab Musi Banyuasin (Muba) untuk menghapus tunggakan pelanggan listrik PT MEP sebesar total 38 miliar rupiah, terus mendapat cibiran sinis dari masyarakat Muba. Kalau pada bulan lalu Ketua LIPER-RI Muba, Arianto, S.E, menyatakan hal ini terasa janggal dan aneh serta tidak masuk akal, karena mengingat jumlah 38 miliar rupiah itu angka yang sangat besar, bagi perusahaan daerah sekaliber MEP, namun uang sebesar itu akan “dilenyapkan” atau dihapus begitu saja. Tentu saja Ini menimbulkan kecurigaan serta tanda tanya, jangan-jangan ada udang di balik batu, ada aroma politis menyongsong Pilkada 2024, katanya, kepada media ini.
Kini hal senada juga dipertanyakan oleh seorang Magister Ilmu Ekonomi di Sekayu yang tidak bersedia disebutkan namanya, kepada media ini dia katakan, kalau memang utang pelanggan listrik PT MEP akan dihapus, lalu dari mana sumber dana, sumber pendapatan untuk meng cover nya?
“Kalau hutang pelanggan PT MEP atau piutang PT MEP sebesar 38 miliar rupiah itu akan dihapus oleh Pemkab Muba, lalu bagaimana PT MEP akan meng-cover, dari mana sumber pendapatan untuk meng-kompensasinya?” ujarnya.
“Begini lho mas, setiap perusahaan punya pembukuan atau neraca keuangan, pembukuan itu ada debit dan kredit, debit dan kredit itu harus balance atau seimbang, nah sekarang salah satu point’ dari kredit itu dihapus yaitu piutang. Pertanyaannya bagaimana supaya neraca keuangan perusahaan tersebut seimbang, darimana sumber pendapatan perusahaan (PT MEP) untuk menutupi pengeluaran itu, kalau dari APBD ya tekor itu namanya, kalau perusahaan tekor terus sebaiknya ditutup saja,” imbuhnya.
Hal inipun lantas ditanyakan awak media ini kepada Direktur PT MEP, Agus Raflen, karena sudah berapa kali ditemui Agus mengelak dengan berbagai alasan, awak media ini menyampaikan pertanyaan sebagaimana disampaikan oleh sang magister ekonomi tersebut via aplikasi WhatsApp ke nomornya pada hari Kamis, 14/03/2024, namun meski pesan dari media ini sudah dibaca lebih 10 jam berlalu, Agus Raflen diam seribu bahasa, tidak menanggapi, tidak memberikan jawaban, entah karena tidak tau bagaimana harus menjawabnya, tidak punya ide, atau punya ide tetapi memilih untuk tidak menjawab. (Ag)
