Swanton Siahaan
Barak1News.com|Asahan
Atas terbitnya berita di salah satu media online yang beredar di tengah-tengah masyarakat atau dengan sengaja disebarkan oleh pembuat berita, sangatlah disayangkan karena berita itu salah satu informasi yang menyesatkan atau berita adu domba.
Keterangan ini disampaikan ketua PAC PBB (Pemuda Batak Bersatu) Kecamatan Aek Songsongan Swanton Siahaan kepada awak media, Senin 19 Agustus 2024 di ruang kerjanya.
Swanton Siahaan menjelaskan, ada berita yang dimuat di salah satu media online sehubungan dengan kegiatan malam Tolak Bala yang kami adakan di desa Marjanji Aceh Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan beberapa minggu yang lalu, terangnya.
Dimana pelaksanaan kegiatan Tolak Bala itu saya sebagai Ketua panitia, dalam hal ini bertugas dan bertanggung jawab dalam pencarian dana sehingga sampai selesei pelaksaan. Untuk kami membuat proposal untuk pengumpukan dana dan juga pengutipan dana kepada warga dengan ketentuan tidak dipaksakan atau kata lain dengan suka rela. Pada proposal tersebut kami membutuhkan persetuan Kepala desa dengan turut membubuhkan tandangan.
Pelaksanaan malam Tolak Bala itu para tokoh agama dari berbagai daerah, serta ratusan warga desa Marjanji Aceh dan warga desa tetangga, akhirnya pelaksanaan Tolak Bala itu berjalan dengan lancar dan sukses. Berselang beberapa ada mediya Online wartawanya berinisial MP.M mempublikasikan perjalanan pelaksanaan acara dengan berita yang dengan sengaja merugikan masyarkan dan saya secara peribadi, tegas Swanton Siahaan.
Wartawan mediya tersebut menulis “Kepala desa Marjanji Aceh .Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan .ancam warga .BLT dan PKH .tak dapat lagi lantaran tidak memberi uang Rp 50 .untuk kegiatan potong kerbau dengan alasan akan mengadakan sukuran. Sumbangan ini diduga merupakan .modus baru yang di lakukan oleh kepala desa rayani, menurut keterangan narasumber yang peroleh awak media”. (ini cuplikan sebai berita tersebut).
Pada berita itu menjelaskan Kepala desa Rayani Sianipar melakukan pengutipan dengan paksaan dan mengancam akan tidak mencairkan BLT DD kalau tidak mau membayar uang guna acara Tolak Bala itu. Dalam berita itu sudah sangat melenceng dan ngaur karena Kepala desa Rayani sama sekali tidak mencampuri dan tidak ikut serta dalam pengumpulan dana itu.
Selain itu pemaparan berita tersebut isinya bolak balik itu itu saja, dengan membaca berita itu kalau saya sih bisa menilai bahwa wartawannya itu tidak memiliki jiwa Kewartawanan ataupun sama sekali tidak mengerti tupoksinya Wartawa. Kenapa saya berkata demikian, karena wartawannya membuat berita sama sekali tidak menggali inpormasi itu secara mendalam dan tidak melakukan konpirmasi terhadap orang orang yang berwenang tentang berita yang ditulisnya.
Selain itu tidak ada nara sumber yang jelas tertera, hanya wartawannya menulis inpormasi pengutipan uang secara paksa itu dari warga Perotangan Dusun 4 desa Marjanji Aceh, tanpa menyebutkan nama atau inisalnya. Untuk itu saya selaku Ketua Panitia melakukan kunjungan ke Perotangan Dusun 4 untuk mencari inpormasi masalah berita yang berkembang itu, ternya tidak ada satu oarangpun warga Perotangan yang mengaku pernah jumpa atau memberikan keterangan kepada wartawan yang mengatas namakan pada berita tersebut (MP. Mawardi).
Kesimpulannya saya bersama warga Perotangan Dusun 4 merasa sangat dirugikan dengan terbitnya berita tersebut, karena isinya hanyalah untuk mengadu domba Kepala desa dengan warganya sendiri. Namun dengan terbitnya berita tersebut bukan saja keteledoran sang wartawan tapi tidak terlepas dari kurangnya perhatian atau koreksi dari pimpinan redaksinya. Terang Swanton terkesan kesal. Untuk itu saya sudah membuat bantahan dan sudah saya kirim ke Wa peribadi ke nomor HP yang tertera di boks redaksi Mediya yang memuat berita itu, ucap Swanton mengakhiri. (ragin)
