BARAK-1NEWS.con|Serdang Bedagai –
PKBM Nur Rahman di Kabupaten Serdang Bedagai tengah diterpa dugaan serius terkait penggelembungan jumlah siswa dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dugaan ini mencuat setelah ditemukan ketidaksesuaian signifikan antara jumlah siswa yang terdaftar dan jumlah siswa yang benar-benar mengikuti kegiatan belajar-mengajar.
Menurut informasi yang diperoleh, PKBM Nur Rahman melaporkan jumlah siswa yang terdaftar sebagai berikut:
Paket A: 98 orang
Paket B: 215 orang
Paket C: 244 orang

Namun, hasil verifikasi di lapangan menunjukkan bahwa jumlah siswa yang aktif mengikuti pembelajaran hanya sekitar 23 orang. Selain itu, fasilitas ruang kelas juga dinilai tidak memadai, dengan hanya tersedia sekitar 30 bangku yang tersebar di tiga ruang kelas.
Lebih mencurigakan lagi, saat dikonfirmasi mengenai penggunaan dana PKBM yang mencapai hampir satu miliar rupiah, Rahman, S.Pd., selaku Kepala Yayasan, memberikan jawaban yang dianggap janggal. Ia mengaku bahwa dana tersebut telah habis untuk pembangunan gedung, tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai transparansi dan akuntabilitas penggunaannya.
Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan penyalahgunaan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi peningkatan kualitas pendidikan dan operasional PKBM. Dugaan penggelembungan data siswa untuk mendapatkan dana lebih besar pun semakin menguat.
Masyarakat dan pihak terkait kini mendesak agar pemerintah, khususnya instansi berwenang seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta aparat penegak hukum, segera turun tangan untuk melakukan investigasi menyeluruh. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa dana bantuan pendidikan digunakan sesuai peruntukan dan tidak diselewengkan untuk kepentingan pribadi.
Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh lembaga pendidikan nonformal agar lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola dana bantuan pendidikan demi memastikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.
(Baem Siregar)
Barak1news.com 12/3/2025.-
