Barak1news.com.Aceh Singkil.
Pulau Balai adalah sebuah pulau kecil yang molek berada ditengah lautan Samudra Hindia yang di kelilingi pulau lain merupakan ibu kota administrasi pemerintahan Kecamatan Pulau Banyak, dan masuk wilayah Kabupaten Aceh Singkil.
Beberapa suku mendiami pulau tersebut, masyarakatnya ramah saling menghargai satu sama lain, seni budayanya masih kental sampai saat ini, ada satu tarian yang unique disebut “LANGSER” oleh tokoh seni tari tradisionil di pulau itu.
Ratusan tahun yang lalu di Pulau ini ada satu pondok persegi dimana orang-orang berkumpul dan bermusyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda termasuk tokoh wanita dalam pemecahan permasalahan kampung. Lama kelamaan penduduk terus bertambah mendiami pulau tersebut, maka diberi namalah pulau tersebut Pulau Balai.
Kemudian Pulau tersebut dipimpin oleh seorang Asuet (camat sekarang-red), hal ini diceritakan oleh orang-orang tua kami pada masa itu.
Hal ini dipaparkan Dahrusyid pada awak media barak1news.com di kediamannya, Minggu 16/03/2025.
Ditambahkannya Dahrusyid, Sebagian penduduk pindahan dari Pulau Baguk dan menetap di posisi selatan Pulau Balai dibagilah wilayah desa, yaitu Pulau Balai dan Pulau Baguk di Pulau yang sama hingga sekarang ada Desa Pulau Balai dan Desa Pulau Baguk,’ paparnya.
Pulau Balai dan Pulau Baguk sebelum bencana alam terjadi cukup indah dan menawan, terumbu karangnya tidak jauh dari pinggiran Pulau Balai maupun Pulau Baguk dengan warna berbagai corak, termasuk lautnya dangkal dibelakang Pulau Balai dan Pulau Baguk,’ katanya.
Waktu pasang surut daerah tersebut sangat dangkal hingga sedengkul menambah keindahan pemandangan di lautan yang jernih, namun setelah bencana gempa Aceh dan Nias terjadi pada tahun 2004, perubahan geologis yang drastis, bahkan menenggelamkan beberapa pulau kecil tak nampak lagi.tutur dahrusyid.
Namun walaupun begitu, Pulau Banyak sekarang tak kalah interestingnya dimana banyak wisatawan manca negara dan lokal dari berbagai daerah di Nusantara yang tertarik menyempatkan diri menikmati indahnya Pulau Banyak, rasanya belum lengkap catatan kunjungan bila tak sampai ke Pulau Banyak jika berkunjung ke daerah Kabupaten Aceh Singkil ini,’ungkapnya.
Dahrusyid juga berharap kepada pemerintah agar budaya di Pulau Baguk dan Pulau Banyak dilakukan pembinaan, dan untuk melestarikan alamnya supaya di minati para wisatawan, hendaknya ada perbaikan pasilitas di pulau tersebut.
Penulis: Syamsuar.
