Barak1news.com. Aceh Singkil
Persulukan adalah sebuah bentuk ibadah yang rutin dilaksanakan di pesantren Darul Muta’allimin Tanah Merah yang dipimpin oleh Syekh Drs.Khazali dan Drs.Rahmanuddin sebagai Mursid atau guru dalam istilah tarekat.
Banyak masyarakat yang antusias mengikuti jamaah Suluk, bukan saja dari masyarakat lokal Aceh Singkil namun berdatangan dari kota Subulussalam dari kalangan muda sampai yang tua dengan jumlah peserta sekitar 300-400 lebih peserta setiap tahunnya.
Salah satu peserta suluk memberikan komentar kepada tim barak.news.com disela sela kegiatan Suluk di Pesantren Darul Muta’allimin.
“Suluk sangat direkomendasikan kepada setiap muslim dan muslimah, Insyaallah Allah dengan bersuluk kita akan lebih dekat dengan agama dan sang pencipta”kata ustadz Asmalaruddin.
“semoga setiap umat yang sampai berita ini padanya terbuka hatinya dalam mengikuti suluk” tambahnya
Persulukan di Pesantren Darul Muta’allimin dibuka dua kali setahun yakni bulan rabiul awal hanya dibuka selama 10 (sepuluh) hari dan bulan ramadhan selama 40 (empat puluh hari) yang dalam pelaksanaanya bisa dimasuki minimal 10 hari atau 20 hari, 30 hari dan 40 hari jumlah maksimal dalam pelaksanaan suluk
Rutinitas dalam persulukan dimulai dari memasang niat /baiat persulukan bersama sama secara jamaah, mengikuti shalat dan tawajjuh secara berjamaah, shalat qadla berjamaah, shalat tasbih, pengajian pardu ‘ain dan pendalaman ilmu pada pagi, siang dan malam hari.
Sebagai materi wajib bimbingan mengenai Tarekat Naqsyabandiyah, dan rutinitas lain yang tidak dapat dipublikasikan.
Berdasarkan hasil penelusuran barak1news.com, jamaah bimbingan Syekh Drs. Khazali dan Drs.Rahmanuddin sebagai Mursid (guru) dengan khusuk mengikuti Suluk Tarekat Naqsabandiyah di Pesantren Darul Muta’allimin.
Penulis: Pandan Hutabarat.
