Barak1news.com-kedatangan Kapala dinas pariwisata dan kebudayaan provinsi Aceh beserta rombongan pasca menghadiri Gelaran syukuran Akbar pasca sengketa 4 pulau kembali ke wilayah administratif provinsi aceh menyempatkan berkunjung kedesa gosong telaga barat meninjau langsung bumdes yang didampingi oleh kepala dinas kadispora Aceh singkil Muzni beserta jajarannya dan dihadiri dr. desra novianto dari komisi VI, Tokoh Masyarakat juga tokoh pemuda-pemudi desa gosong telaga barat.
rangkaian ini dilakukan dengan berdialog dan berlangsung dengan khidmat dimulai oleh kepala desa Gosong telaga barat Riduan menyampaiakan ucapan terimakasih dan pengharapan kepada kepala dinas pariwisata “kunjungan Bapak kepala dinas pariwisata provinsi aceh ke Badan Usaha Milik Desa Desa Gosong Telaga Barat pada kalini, kami ucapkan puji sukur dan trimakasih Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung perkembangan dan potensi wisata serta budaya yang dikelola oleh BUMDes kami sabutnya, Kami berharap sangat kepada bapak agar dapat menyuport mengembangkan usaha yang kami kelola dimana usaha Kami ini masih banyak kekuranganya yang membutuhkan bantuan pasilitas wisata untuk kebutuhan para pengunjung demi meningkatkan pasokan pendapatan desa,Yang kami mohon seperti fasilitas untuk tamu-tamu yang berkunjung ke BUMdes yang kami kelola”. kepala desa Riduan juga menyampaiakn keluhannya kekurangan dana “kalaupun anggaran desa kami peruntukkan di BUMdes ini Takutnya menyalahi Aturan” imbuhnya, “Maka kami bersama masyarakat meminta Bantuan pada kepada bapak demi peningkatan badan usaha milik desa” tambah kepala Desa Riduan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Aceh, AMUIZA Kamal, menanggapi penyampaian kepala desa atas upaya BUMDes dalam mengembangkan potensi lokal, serta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mempertahankan melestarikan budaya serta lingkungan sebagai daya tarik wisata yang berkelanjutan. “inshaAllah apa yang disampaikan nantinya akan kami kaji Nantinya”.
tambahnya”Kami berharap BUMDes Gosong Telaga Barat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola potensi wisata dan budaya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar beliau.
