Barak1news.com. Aceh Singkil.
Miris” Nasib seorang janda tua atau yang lazim disebut Nenek Khatimah Solin, hatinya pilu dan menderita di desa Cingkam, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.
Akibat Bencana Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Singkil meninggalkan pilu dan sedih melihat nasib seorang janda lanjut usia (lansia) berusia 80 tahun karena rumahnya tidak dapat dihuni lagi (rusak parah) akibat terjangan banjir (air bah).
Kondisi struktur rumah Nenek Khatimah Solin tersebut semakin rapuh atau hancur akibat banjir membuat ia harus meninggalkan rumah, ia mengungsi dan tinggal di rumah anaknya.
Padahal rumah itu menjadi tempat tinggalnya berpuluh tahun yang tidak bisa dibiarkan terbengkalai begitu saja, karena disitu sangat banyak kenangan masa lalunya.
Diketahui posisi rumahnya berada di tanjakan solok, salah satu titik bencana banjir yang cukup parah akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi beberapa waktu lalu.Dan rumah itu tidak dapat ditempati lagi karena kondisi rumah sudah rusak.
Nasib Nenek Khatimah Solin tersebut disampaikan Sahirudin, salah satu tokoh masyarakat desa Cingkam kepada awak media barak1news.com, Rabu 17/12/2025.
Kata Sahirudin, pemilik rumah mengharapkan adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Aceh Singkil untuk memperbaiki rumah layak huni di lokasi rumah itu, agar ia dapat kembali tinggal dirumah tersebut seperti sebelumnya.
“Kita berharap semoga rumahnya dapat diperbaiki atau dibangun kembali untuk dapat ditempati kembali oleh Solin, naik ia dari orang dermawan ataupun pemerintah,’ Harap Sahirudin.
Dampak bencana banjir ini menjadi potret nyata, bukan saja merusak harta benda tetapi mengguncang rasa aman dan nyaman warga masyarakat, terutama kelompok rentan.
Kita sangat berharap adanya langkah cepat dan tanggap dari pemerintah daerah atau dermawan yang berhati mulia atau dari pihak manapun untuk membantu Nenek Khatimah Solin yang terdampak untuk dapat bangkit kembali menjalani kehidupan secara layak.
Penulis; Dahrusyid.
