Barak1news.com. Madina (Batahan).
sangat tak masuk akal dan diduga bertindak sesuka hati, Oknum Satpam PTPN IV Unit Usaha Kebun Timur Rampas dan ambil hasil panen warga Desa Batu Sondat dengan tuduhan memanen kebun di lokasi perkebunan PTPN IV.
Akibat dugaan tuduhan Satpam PTPN IV tersebut, membuat Dayat salah seorang Warga Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sangat kesal dan dirugikan, Selasa 31/03/2026.
Kronologi kejadian di sampaikan warga Desa Batu Sondat atas nama Dayat kepada awak media melalui WhatsApp usai sawit miliknya di rampas dan di angkat secara paksa oleh oknum tersebut.
“Hasil panen kami di rampas dan di ambil oleh oknum Satpam ( Satuan Pengaman ) PTPN IV Unit Usaha Kebun Timur ada sekitar 500 Kg Tandon Buah Segar (TBS) Sawit Kami dan dibawa ke kantor Besar,’ katanya Dayat.
Alasannya mereka (Satpam-red) mengklaim bahwa buah sawit Kami berasal dari lahan PTPN IV padahal berasal dari kebun Kami sendiri yang jaraknya jauh dari lokasi mereka’ ungkapnya.
Ditambahkannya, bahwa lahannya dan masyarakat lainya sangat jauh dari izin lokasi serta Peta Kerja PTPN IV Unit Usaha Kebun Timur dan di batasi oleh Hutan Lindung Bukit Rendang jadi kenapa hasil panen mereka di rampas dan ambil,’ ungkapnya.
Ia menduga pasti ada oknum yang bermain atau angkat telor namun mereka tidak sadar bahwa perbuatannya telah membuka kedok bahwa PTPN IV Unit Usaha Kebun Timur telah merambah dan menduduki Kawasan Hutan Lindung Bukit Rendang.
Dayat berharap agar Oknum Papam PTPN IV Unit Usaha Kebun Timur harus mengembalikan hasil panen serta mengganti kerugiannya dan berjanji tidak menghambat akses panen mereka kedepannya.
Ia juga berharap agar Pemerintah serta instansi terkait harus turun menetapkan batas-batas izin PTPN IV Unit Usaha Kebun Timur yang sebenarnya sehingga tidak mengganggu hak hak yang kelola masyarakat.
Media ini mencoba hubungi pihak Manajemen PTPN IV melalui atas nama Afriandi, asisten Afdeling 4 PTPN IV Timur untuk konfirmasi namun tidak dapat dihubungi sampai berita ini di terbitkan.
Penulis: Radksi.
