Doa Orang Tua Terkabul Karya: A Salam Siregar.
EPISODE 1: TOR PADANG MARANGGUN (LAPPAIS)
Pada tahun 73 lahir seorang anak laki-laki dari keluarga petani yang sangat sederhana di Tor Padang Maranggun (Lappais) di wilayah pegunungan pinggiran sungai Batang Pane di Desa Lubuk Torop, Kecamatan Padang Bolak. Anak ketiga dari pasangan Tangku Nauli Siregar – Nuratas Pohan.
Kehidupan masyarakat di daerah tersebut pada umumnya berladang dan berkebun secara tradisional tanpa adanya bimbingan dari pihak manapun.
Namun si kecil Salam Siregar baru berusia dua bulan Ayahandanya beserta keluarga memutuskan pindah ke daerah Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, tepatnya desa Simaninggir (saat ini di sebut desa Muara Pardomuan, kecamatan Angkola Sangkunur) untuk mencari kehidupan yang lebih layak, karena keluarga ibunya memang berasal dari sana.
Di desa Simaninggir mereka disambut oleh masyarakat dengan lapang dada karena sifat dan tingkah laku keluarga sangat menjadi panutan bagi masyarakat, apalagi Ayahanda Salam Siregar tergolong orang yang taat dan sering diundang untuk hajatan di kala Maulid tiba untuk membacakan Al-Barzanji dengan suaranya yang merdu dan memikat hati untuk menghayati marhaban dan shalawatan.
Merasa nyaman di tempat tersebut, Tongku Nauli mengajak Ayahnya, Baginda Lelo Siregar dan keluarga yang lain untuk turut serta ke Batang Toru.
Tahun pertama, kedua, ketiga dan bahkan keempatpun situasi pertanian disana sangat cocok dan hasil sawah melimpah ruah, Salam Siregar kecil pun mulai besar, alam dan masyarakat sangat cocok untuknya.
Namun pada usia yang kelima tahun daerah tersebut areal pertanian dilanda banjir dan hama tikus membuat orang tuanya mulai merasa bimbang dan berpikir jika hal tersebut berlanjut tak tertutup kemungkinan akan mengalami kesulitan ekonomi.
Bersambung ke Episode 2: SOSA – HIJRAH KEDUA…
