Barak1news.com. Aceh Singkil.
Dinamika persepakbolaan Aceh mendapat perhatian serius. Terbitnya rekomendasi PSSI Pusat terkait penundaan pelaksanaan Kongres Biasa Pemilihan PSSI Provinsi Aceh periode 2026–2030 mendapat apresiasi dari tokoh sepak bola Aceh Singkil, Zainal Abidin Simatupang.
Pria yang akrab disapa ZAS tersebut merupakan mantan Wakil Ketua Askab PSSI Aceh Singkil, Pengurus KONI Aceh Singkil, sekaligus Match Commissioner PSSI.
ZAS menyampaikan terima kasih kepada PSSI Pusat atas langkah penundaan kongres tersebut. Menurutnya, ini adalah keputusan tepat di tengah dinamika yang sedang berkembang di tubuh PSSI Aceh.
“Demi kemajuan sepak bola Aceh ke depan, sudah sewajarnya PSSI Pusat hadir dan mengambil peran untuk menengahi dinamika yang tengah terjadi di lingkungan sepak bola Aceh,” ujar ZAS kepada Barak1News, Senin (29/09/2026).
Ia menilai penundaan ini bisa menjadi momentum penting untuk berbenah. Proses organisasi harus dipastikan berjalan sesuai ketentuan dan Statuta PSSI.
“Harapan kami, momentum ini dapat menjadi jalan untuk memperbaiki tata kelola organisasi, membangun kebersamaan, serta mengembalikan fokus utama kepada pembinaan dan kemajuan sepak bola Aceh,” lanjutnya.
ZAS juga menyoroti wacana penunjukan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua PSSI Aceh apabila memang diperlukan.
Ia berharap sosok yang dipercaya nantinya harus memiliki integritas, bersikap netral, dan tidak memiliki kepentingan dalam proses pemilihan Ketua PSSI Aceh yang akan datang.
“Yang paling penting adalah netralitas. Plt. nantinya harus mampu menjaga marwah organisasi dan memastikan proses menuju kongres pemilihan ketua berjalan secara demokratis, adil, transparan, serta sesuai Statuta PSSI,” tegas ZAS.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen sepak bola Aceh untuk mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Perbedaan pandangan dalam sebuah organisasi merupakan bagian dari dinamika. Namun, harus disikapi secara dewasa melalui mekanisme organisasi dan koridor aturan yang berlaku,” katanya.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk membangun sepak bola Aceh yang lebih baik, profesional, berintegritas, solid, dan berprestasi. Kepentingan sepak bola Aceh harus kita tempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” pungkas ZAS.
Penulis: April Siregar/Zas.
Redaktur: Addus Salam Siregar.
