Barak1news.com
SINGKIL, 10 Oktober 2026 | 14.38 WIB
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Singkil menggelar Konferensi Cabang (Koncab) XXIII Tahun 2026 di UPTD SPF SD Negeri 1 Pasar Singkil, Sabtu (10/10/2026). Mengusung tema “Harmonisasi, Terobosan, dan Kebersamaan”, konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan organisasi profesi guru sekaligus merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kecamatan Singkil.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus PGRI Kabupaten Aceh Singkil, tokoh pendidikan, unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, serta perwakilan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD, MIN, SMP, hingga MAN dan SMA.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Suriadi, S.Pd., M.Pd., Sekretaris PGRI Kabupaten Aceh Singkil.
Satriadi.S.Pd Waka II.
Rusman, S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua III sekaligus Koordinator Cabang PGRI Singkil; Sarliani, S.Pd., M.Pd., Bendahara PGRI Kabupaten; Aman S. Manik, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Masyarakat; Miswar, S.Pd., Dewan Pakar PGRI Aceh Singkil; serta guru senior Tarmizi, S.Pd. Turut hadir Camat Singkil Khairuddin, S.E., Kapolsek Singkil, dan sejumlah undangan lainnya.
Kebersamaan Menjadi Kekuatan Organisasi
Ketua Panitia Konferensi XXIII PGRI Cabang Singkil, Hj. Rina Usnila, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan konferensi merupakan hasil semangat gotong royong dan kepedulian para guru. Kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat iuran guru sebesar Rp5.000 per orang.
“Acara ini bisa tegak bukan karena anggaran besar, tetapi karena tegaknya para guru yang kuat dan besar,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa kekuatan PGRI tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh solidaritas, keikhlasan, dan komitmen bersama dalam membangun organisasi profesi yang bermartabat.
Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Singkil periode sebelumnya, Kasman, S.Sos., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kebersamaan yang telah terjalin selama masa kepengurusannya. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga kekompakan, melahirkan terobosan, serta memperkuat peran PGRI dalam memajukan pendidikan di Kecamatan Singkil.
PGRI sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Sekretaris PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Suriadi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi kemajuan organisasi. Menurutnya, persatuan merupakan modal utama untuk memperjuangkan kepentingan guru dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“PGRI bukan lembaga anti pemerintah, tetapi lembaga yang berjalan bersama pemerintah untuk memperjuangkan hak guru,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas hadirnya sejumlah figur yang diharapkan dapat memperkuat organisasi profesi guru di Aceh Singkil, di antaranya Hj. Habibahtussania selaku Ibunda Guru Kabupaten Aceh Singkil, Ibu Amelia, S.Pd., selaku Perempuan PGRI Kabupaten Aceh Singkil, serta Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal, S.H., M.H., sebagai Dewan Pakar/Pakar Hukum Internasional LBH PGRI Kabupaten Aceh Singkil.
Suriadi turut menyampaikan harapan agar Kecamatan Singkil dapat menjadi tuan rumah kegiatan PGRI Kabupaten Aceh Singkil pada 25 November 2026 mendatang, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Guru Nasional.
Guru sebagai Pintu dan Jendela Masa Depan Bangsa
Camat Singkil, Khairuddin, S.E., dalam sambutannya mengajak seluruh guru untuk terus menjadi penggerak kemajuan pendidikan. Menurutnya, guru merupakan pintu dan jendela bagi anak bangsa untuk mengenal ilmu pengetahuan, membangun karakter, serta meraih cita-cita masa depan.
Ia berharap PGRI senantiasa menjadi rumah bersama yang mampu menaungi, melindungi, dan mengayomi seluruh guru tanpa membedakan latar belakang.
“Guru adalah pendidik generasi penerus. Saya berharap PGRI menjadi tempat bernaung dan mengayomi semua guru tanpa membedakan latar belakang,” pesannya.
Camat Singkil juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pendidikan, untuk menyatakan perang terhadap narkoba, judi online (judol), dan pinjaman online yang merugikan (pinjol), melalui penguatan pendidikan karakter, keteladanan, serta kepedulian terhadap generasi muda.
Setelah menyampaikan sambutan, Camat Singkil secara resmi membuka Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Singkil.
Ujang Erianto Terpilih sebagai Ketua PGRI Cabang Singkil
Agenda utama konferensi adalah pemilihan Ketua PGRI Cabang Singkil untuk masa bakti kepengurusan yang baru. Pemilihan diikuti empat kandidat, yaitu:
1. Ujang Erianto, S.Pd.
2. Sahminan, S.Pd.I.
3. Ali Susanto, S.Pd.
4. Eko Salfani, S.Pd.Gr.
Dalam proses pemilihan, Ali Susanto, S.Pd., dan Eko Salfani, S.Pd.Gr., mengundurkan diri dari pencalonan. Pemilihan kemudian berlanjut hingga menghasilkan keputusan akhir berdasarkan perolehan suara.
Hasil konferensi menetapkan Ujang Erianto, S.Pd., sebagai Ketua PGRI Cabang Singkil terpilih, dengan perolehan 30 suara, sementara Sahminan, S.Pd.I., memperoleh 27 suara.
Hasil tersebut menjadi awal tanggung jawab baru bagi kepengurusan terpilih untuk merawat kebersamaan, memperkuat komunikasi antarguru, serta membangun program kerja yang menjawab kebutuhan nyata dunia pendidikan.
Menjaga Solidaritas, Menguatkan Pengabdian
Konferensi XXIII PGRI Cabang Singkil Tahun 2026 bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan ruang konsolidasi untuk memperkuat identitas PGRI sebagai organisasi profesi yang menjunjung tinggi solidaritas, profesionalisme, perlindungan guru, dan peningkatan mutu pendidikan.
Melalui semangat harmonisasi, terobosan, dan kebersamaan, PGRI diharapkan semakin solid dalam membangun kemitraan dengan pemerintah, memperjuangkan kesejahteraan guru, serta menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter bagi generasi penerus bangsa.
Guru kuat, PGRI bermartabat, pendidikan berkualitas, Aceh Singkil semakin hebat.
Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas!
Penulis. April Siregar
Redaktur. Abdus Salam Siregar
