BARAK 1 NEWS.COM|LABUSEL
Dua orang bocah Sekolah Dasar tenggelam saat mandi-mandi di aliran parit bekoan milik Perkebunan PTPN 3 Sisumut Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Sumatera Utara pada Senin (30/1) sekitar jam 14:00 WIB.
Tenggelamnya kedua orang bocah tersebut akibat bermain bersama teman-temannya sepulang Sekolah, kedua orang bocah tersebut bernama Vico Putra Imanuel usia (7 Tahun) dan Arif Wilsen Simorangkir usian (8 Tahun) warga Afdeling 3 Kebun PTPN 3 Desa Sisumut Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Kejadian berawal saat kelima orang anak pulang dari Sekolah , kemudian mereka bermain-main di lapangan Desa, pada saat itu Adam, Hafiz,Deswa, Fico, dan Arif mengajak kesalah satu sungai kecil yang biasa mereka datangi, namun tidak puas mandi-mandi di tempat tersebut mereka berpindah ke parit bekoan milik Perkebunan PTPN 3 Perkebunan Sisumut.
Melihat genangan air di bekoan Arif masuk terlebih dahulu, naas saat badannya masuk ke bekoan Arif langsung meminta tolong kepada temannya. Melihat Arif minta tolong, spontan Deswa mencoba menolong, tetapi Deswa pun hampir tenggelam. Saat itu Deswa menarik akar kayu dan selamat. Melihat temannya minta tolong, Fico pun langsung melompat mencoba menyelamatkan Arif tetapi Fico pun ikut tengelam. Saat orangtua korban dan warga ke lokasi Arif dan Fico sudah tidak bernyawa lagi.

Keesokan harinya Imformasi ini sampai kepada Kepolisian Polres Labuhanbatu Selatan, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), Dinas Sosial, Dinas P3AP2KB, Humas PTPN 3 dan masyarakat melihat langsung ke tempat kejadian korban tengelam dan pihak Polres Labuhanbatu Selatan langsung memberi tanda Police Line di daerah lokasi tewasnya dua orang bocah tersebut.
Ilham Daulay, SHI Ketua KPAD Labusel membenarkan terjadinya peristiwa tengelamnya dua orang bocah tersebut dan sangat menyayangkan kepada Pihak Perkebunan PTPN 3 Sisumut yang telah membuat parit bekoan tanpa ada plang larangan, ironisnya setelah terjadi peristiwa tenggelamnya dua orang bocah tersebut, barulah Perkebunan PTPN 3 berinisiatif membuat plang larangan.
Kini Kasus tengelamnya kedua bocah tersebut dalam penyelidikan Polres Labuhanbatu Selatan. (AYAH)
