
Ades Iskandar Nasution
(Ketua Pusdikpemas Labusel)
Barak 1 news.com|Labusel
Pendidikan agama sangat urgen dalam membentengi hidup setiap manusia khususnya generasi muda. Dari pendidikan formal maupun non formal dapat menjadi landasan dalam menciptakan generasi muda yang tangguh dan mandiri. Oleh karenanya soliditas dalam membangun generasi mudah yang tangguh di masa depan menjadi suatu keharus bagi setiap elemen yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.”kita harus tetap istiqomah dalam melakukan pembinaan generasi muda agar memiliki mental dan karakter yang baik demi kemaslahatan umat di masa depan.”

Demikian disampaikan Ades Iskandar Nasution selaku ketua umum Pusdikpemas Labuhanbatu Selatan usai acara buka bersama dengan peserta Pesantren Kilat Angkatan ke 23, rabu (5/4) di ponpes Al- Ikhwan Kotapinang Labuhanbatu Selatan.

Lebih lanjut ades Nasution mengatakan bahwa generasi muda saat ini kurang tertarik dengan kegiatan kaderisasi seperti ini. Bahkan untuk mengikuti sebuah proses panjang dalam pembinaan karakter diri merasa enggan dan lebih cenderung mau berproses secara instan.” Generasi muda sekarang malas untuk berproses dalam menggapai apa yang di inginkan dan cendrung ingin yang instan” ujar ades yang secara istiqomah sering melakukan kegiatan pembinaan terhadap generasi muda dalam bentuk Pesantren Kilat setiap bulan Suci Ramadhan.

Beliau berharap di masa yang akan datang kegiatan-kegiatan yang orientasinya pembinaan karakter dan mental seperti ini dapat dilaksanakan oleh setiap elemen-elemen yang ada di dalam masyarakat. Sebab dengan kegiatan kaderisasi diharapkan dapat menciptakan generasi yang beradab dan mandiri sèrta memiliki hasrat yang kuat untuk tetap melakukan perubahan. Sekecil apapun perubahan yang tercipta dari sebuah pengkaderan akan bermanfaat bagi kesinambungan generasi muda di masa mendatang.

Kegiatan Pesantren Kilat Angkatan ke 23 yang di inisiasi oleh Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (Pusdikpemas) Labuhanbatu Selatan berlangsung selama 3 hari dengan agenda kegiatan meliputi ceramah agama, keorganisasian, diskusi, game, tadarus dan ibadah lainnya membuat suasana pengkaderan semakin kompleks dengan harapan dapat memberikan sedikit bekal hdup bagi generasi muda yang ada di Labuhanbatu Selatan ( ahyar nasution)
