Barak1news.com./ Aceh Singkil.
Pemerintah Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil menyalurkan beras bantuan pangan kepada 262 Kepala Keluarga penerima manfaat, Rabu 06/08/2025.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program nasional pemerintah pusat yang bekerja sama dengan Perum BULOG.
Bantuan ini bertujuan menjaga ketahanan pangan serta membantu masyarakat mengatasi tekanan ekonomi akibat fluktuasi harga kebutuhan pokok. Setiap KK menerima 20 kilogram beras, dengan total keseluruhan bantuan yang disalurkan sebanyak 5.224 kilogram.
Kegiatan ini dihadiri langsung Babinsa Serda Niko Saputra Kodim 0109/ Koramil 02 Singkil Utara untuk mengawasi jalannya penyaluran bantuan. Warga Ketapang Indah mengaku bersyukur atas bantuan beras yang diterimanya.
“Bantuan ini sangat membantu kami, apalagi sekarang harga kebutuhan makin naik. Terima kasih kepada pemerintah dan juga kepada Babinsa yang selalu hadir bersama kami di desa,” ujarnya dengan penuh haru.
Sementara Babinsa Serda Niko Saputra menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini adalah wujud pendampingan dan pengawasan agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima.
“Kami hadir di sini untuk memastikan penyaluran berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat, khususnya dalam mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari,” ujar Serda Niko.
Penyaluran bantuan berlangsung aman, tertib, dan mendapat pengawasan langsung dari pemerintah desa, Babinsa, serta perangkat lainnya demi memastikan transparansi dan keadilan dalam distribusi bantuan.
Sementara Kepala Desa Ketapang Indah melalui Sekretaris Desa (Sekdes), Ali Nurdin membenarkan adanya warga yang mendapat bantuan dari pemerintah melalui Bulog.
“Hari ini warga kita di Desa Ketapang Indah ini mendapat bantuan beras sebanyak 20 Kg/ Kepala Keluarga,’ kata Ali Nurdin.
Ditambahkannya, semoga dengan adanya bantuan beras ini dapat meringankan beban masyarakat, dimana saat ini situasi harga kebutuhan pokok sangat mahal,’ pungkasnya.
Penulis: Pandan Hutabarat.
