Barak 1 News.com|Labusel
Melayu Kotapinang Serumpun (MKS) dan beberapa organisasi yang ada di Labuhanbatu Selatan menggelar kegiatan malam Solidaritas Bela Rempang dan Galang dalam rangka berempati atas tragedi kemanusiaan yang dialami masyarakat melayu yang ada di Pulau Rempang dan Galang, pada Rabu (4/10) sekira Pukul 20.00 WIB di halaman SBBK Kotapinang Labuhanbatu Selatan.

Kegiatan Malam Solidaritas Bela Rempang dan Galang di rangkai dengan acara pembacaan puisi yang bertajuk tentang kondisi masyarakat melayu yang ada di Rempang dan Galang, Musik Melayu dan pembacaan Sikap Melayu Kotapinang Serumpun.

Wan Ades Iskandar Nasution selaku Ketua Melayu Kotapinang Serumpun (MKS) dalam sekapur sirih menyampaikan, Kegiatan malam Solidaritas bela Rempang dan Galang merupakan bentuk solidaritas sesama suku Melayu dan turut berempati atas penderitaan masyarakat suku melayu yang ada di Rempang dan Galang. Dampak dari investasi mereka harus di relokasi dari tanah leluhur mereka.”Ini sebagai bentuk empati kami sebagai anak Melayu, mereka adalah saudara kami, mereka telah lama mendiami pulau tersebut kenapa harus di pindahkan ke daerah lain. Ada apa ini?” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi dari Santri Ponpes Dar Al Ma’arif Basilam dan secara bergilir dilanjutkan Ruslan Tambak, Irfan Nasution, Bangun Syahril Harahap, Dian, Anas Efendi Harahap dan H. Muhammad Lubis.

Di akhir kegiatan Wan Ades Iskandar Nasution selaku Ketua Melayu Kotapinang Serumpun membacakan pernyataan sikap yang didampingi beberapa tokoh aktivis dan perwakilan Organisasi diantaranya, Meminta pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Batam untuk tidak menggunakan cara-cara represif dan intimidatif terhadap masyarakat Melayu yang ada di Rempang dan Galang, Mengutuk keras tindakan refresif, intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh tim gabungan terhadap masyarakat pulau Rempang dan pulau Galang yang terjadi pada tanggal 7 dan 8 September 2023. Untuk itu diminta kepada Presiden dan Kapolri agar menindak tegas aparat yang melakukan tindakan represif kepada masyarakat tersebut, Meminta kepada semua pihak untuk menahan diri dalam proses penyelesaian yang dilakukan dengan mengedepankan asas musyawarah dan mufakat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat setempat dan menghargai peradaban melayu yang telah lama ada disana, Mendesak pemerintah pusat untuk meninjau ulang izin yang diberikan kepada investor pengembang Pulau Rempang dan Galang agar tidak terjadi gesekan dengan masyarakat melayu yang ada di sanaBatalkan rencana relokasi 16 Kampung Tua masyarakat Melayu yang ada di Pulau Rempang dan Pulau Galang demi menjunjung tinggi harkat dan martabat suku melayu yang telah lama mendiami pulau Rempang dan Galang.

Hadir dalam kegiatan itu Wan Ades Iskandar Nasution (Ketua MKS), Sahrijet (Mabmi), Anas Efendi Harahap (Kosgoro 1957), Bangun Syahril Harahap (Aktivis Lingkungan), Syahrial (PAC PP Kotapinang), Candra Mawansyah Siregar (KBPP Polri), Putra (FSPTSI), H. Muihammad Lubis (HMI), Perwakilan KNPI, Habiburrohman (Gores News.com), Perwakilan Sapma PP, Perwakilan IPSM, Pusdikpemas, KSPL, KJSWIB, LMKS, Cipayung Plus, Santri Dar Al Ma’arif dan undangan lainnya.
Kemudian acara di lanjutkan dengan hiburan lagu- lagu melayu oleh peserta yang hadir (Ahyar Nasution)
