Barak 1 News.com|Labusel
Dalam menyambut dan memeriahkan Hari Santri Nasional Tahun 2023, Kantor Kementrian Agama Kabupaten Labuhanbatu Selatan menggelar perlombaan yang mencakup Lomba Baca Kitab Kuning, Lomba Pidato Bahasa Indonesia dan Lomba Debat Bahasa Arab. Kegiatan lomba dilaksanakan pada Senin (16/10) di Halaman kantor Kemenag Labuhanbatu Selatan Desa Hadundung Kec. Kotapinang Labuhanbatu Selatan.

Kegiatan lomba di selenggarakan dengan terlebih dahulu dilaksanakan upacara pembukaan yang di buka secara resmi Kepala Kantor Kemenrian Agama Labusel, H. Awaluddin Habibi Siregar dan di hadiri santri/santriwati dari 18 pondok Pesantren yang ada di Labuhanbatu Selatan.

Menurut H. Awaluddin Habibi Siregar selaku Kakankemenag Labusel di sela-sela kegiatan lomba pada media mengatakan, Kegiatan perlombaan dilaksanakan dalam rangka menyambut hari santri nasional tahun 2023 yang di hadiri perwakilan santri/wati pondok Pesantren se Labuhanbatu Selatan dengan 3 kategori lomba yaitu debat bahasa arab, baca kitab kuning dan pidato berbahasa Indonesia.
Hal ini menjadi prioritas karena ketiga hal ini menjadi lambang atau ciri khas setiap pondok pesantren.

Beliau berharap dengan lomba ini akan dapat menumbuhkan rasa cinta para santri terhadap kita kuning, memiliki mental untuk berdakwa dan mampu berkomunikasi dalam berbahasa arab dalam kseharian.
Sementara KH. Makmur Ismail Harahap selaku ketua panitia menyampaikan tentang kesiapan panitia dalam acara apel Hari Santri Nasional tahun 2023. Menurutnya persiapan Apel Hari Santri Nasional Tahun 2023 sudah mencapai 90 persen dan akan di fokuskan di lapangan SBBK Kotapinang.

Dalam Apel Hari Santri Nasional diperkirakan peserta yang akan hadir mencapai 2.000 santri dan wali santri dari 22 ponpes yang ada di Labuhanbatu Selatan dan yang akan menjadi pembina Upacara Hari Santri adalah Bupati Labuhanbatu Selatan.”Bila bupati berhalangan, wakil bupati siap dan bersedia hadir sekaligus sebagai pembina upacara” ujarnya.

Kegiatan perlombaan tampak semarak yang dihadiri santri/santriwati perwakilan dari masing-masing pondok pesantren. Mereka sangat antusias mengikuti lomba tersebut, sebab kehadiran mereka merupakan sebuah keharusan di hari yang sangat sakral bagi mereka para santri. (Red)
