BARAK1NEWS.com|Banyuasin
Menanggapi viralnya berita di beberapa media, salah satunya dari media ini, yang menyebutkan pihak SMKN 1 Batang Hari Leko (BHL), Kabupaten Muba, diduga lakukan pungli kepada orang tua/wali siswa, Yuit Karmiono selaku Kepala Sekolah (Kepsek) tersebut memberikan hak jawab atau sanggahan.
Dibincangi awak media ini pada Selasa (03/9/’24), Yuit mengatakan apa yang diberitakan oleh beberapa media online, bahwa pihak SMKN1 BHL diduga lakukan pungli, itu sama sekali tidak benar.
“Tidak ada pungutan pak, karena pungutan itu belum kami lakukan, dan belum ada orang tua atau wali siswa yang memberikan uangnya, baik kepada bendahara sekolah atau kepada Komite, yang ada baru surat edaran dari Komite Sekolah, ” Ujarnya.
Yuit melanjutkan, pada tanggal 28 Agustus 2024 pihak Sekolah melalui Komite mengadakan rapat, rencana mau membangun pagar, karena sekeliling Sekolah belum dipagar. Setelah dihitung-hitung anggaran yang diperlukan sebesar 23 juta rupiah. Komite mempersilahkan orang tua/wali siswa menyumbang semampunya dan tidak harus uang, bisa semen atau pasir, atau batu bata, dan lain-lain.
Peserta rapat bertanya, kalau nyumbang uang, berapa perorang? Setelah dibahas bersama Komite, biaya 23 juta dibagi dengan jumlah siswa 187 orang, akhirnya diputuskan 123 ribu dibulatkan 125 ribu perorang, biar adil.
“Itu untuk pagar saja pak, tidak ada untuk lokal karena biaya lokal itu terlalu besar. Sampai sekarang kami belum meminta pungutan dan belum ada orang tua/wali siswa yang memberikan uang. Kami sampaikan ke Komite, tolong tackle, tolong tahan dulu, kalau nanti ada masalah atau pungli lebih baik dihentikan. Demikian klarifikasi kami untuk dipahami,” Tutupnya. (ags)
