BARAK_1NEWS.com| Aceh Singkil – Badan Pengurus Lembaga Pemerhati Pendidikan Nasional (Pemdiknas) Aceh Singkil, Nurrizal Kahfy Pohan, Putra Cingkam Gala-gala bersama tim dalam kunjungannya ke Sekolah Madrasah Tsanawiyah(MTs) Negeri 1 Pulo Sarok,Singkil-Aceh singkil, Senin 23/09 yang lalu di sambut baik kepala sekolah Abdil.
Pasalnya kepada awak media Barak_1News.com menceritakan tentang keadaan fisik sekolah yang rusak berat, sehingga tidak dapat di pergunakan lagi untuk proses ajar mengajar dan Ruangan Kelas Balajar (RKB) sebanyak 4( empat) lokal keadaan rusak berat, dan tak dapat di fungsikan,’ katanya.
Selain itu, sarana lainya seperti: Laboratorium, Lab komputer, lab Bahasa, lab IPA.dan kamar mandi/WC atau yang lazim di sebut (MCK) sudah tidak dapat di fungsikan (rusak berat) dan ruang belajar anak didik hanya tinggal 9(sembilan) lokal yg terpakai dari jumlah murid sebanyak 229 orang,’ ungkapnya.
Dirinya beberapakali menyampaikan situasi sekolah yang di pimpinnya kepada Kementerian Agama, namun hingga sekarang belum ada bantuan yang di mohonkan.
Sementara Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Singkil ketika dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan jawaban yang bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan dan apa yang di sampaikan kepala sekolah MTs N 1 Aceh Singkil.
Kata Kemenag, Kami sudah cek, video yg Bapak WA kepada kami menurut keterangan kawan2 di MTSN adalah WC dan Gudang yang sudah tidak difungsikan. Selebihnya masih dalam kondisi baik.
Ditambahkannya, MTs N Singkil dalam beberapa waktu ini juga telah melakukan banyak kegiatan yang menunjang PBM. Kedepan, mudah2an Mtsn kita akan lebih baik.’ katanya.
Selain itu, Ia juga mengatakan, Untuk pembangunan Mtsn ke depan, pihak Mtsn sudah mengirim proposal ke Bappenas, semoga cepat terwujud.
Pernyataan kepala sekolah dengan kemenag sangat bertolak belakang dalam menyampaikan informasi.
Pemerhati Pendidikan Nasional (Pemdiknas) Nurrizal Kahfy Pohan minta kepada Kementerian Agama gama RI harus turun tangan mengatasi RKB sekolah MTs Negeri 1 Singkil tersebut untuk dapat mengalokasikan dana anggaran tahun 2025 ini mengingat keadaan sekolah tersebut sudah sangat memprihatinkan.
la menyayangkan kedua orang tersebut memberikan informasi yang berbeda pada sekolah yang sama.
“Saya tidak habis pikir atas ucapan mereka terkait sekolah MTs N 1 Singkil, padahal disitu harapkan kita akan lahir calon calon pemimpin di kemudian hari,’ ucap Nurrizal Kahfy.
Dilanjutkan Kahfy, sekolah MTs N 1 adalah juga tempat anak anak untuk menimba ilmu agama yang akan melahirkan anak anak yang Sholeh, tentunya ini sangat perlu untuk di perhatikan,’ ungkapnya.
Kita tetap sebagai penggiat, Pemerhati Pendidikan dan Pembangunan akan selalu memantau di daerah Aceh Singkil,
dan saya berharap adanya perhatian kepada sekolah MTs N 1 Singkil ini,’ pungkasnya.( Tim/BIN)
