Harapan dan doa’ kami putra/i Desa Sintuban makmur kepada bapak bupati terpilih SAHABAT semoga desa Sintuban makmur menjadi desa prioritas program pembangunan 2025
Barak1news.com. Aceh Singkil (Sintuban Makmur)
Miris rasnya melihat perjuangan anak anak yang akan menuntut ilmu demi masa depan mereka, begitu juga guru dengan setiap hari bila musim penghujan harus berjuang melewati jalan berlumpur menuju tempat ia menjalankan tugas sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Tak jarang ini dilakukan guru dan murid berjuang melewati jalan berlumpur, licin dan terjal bahkan banjir menuju sekolah UPTD SPF SD Sintuban Makmur dan ,SMP, SMA di Desa Biskang di kota Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh.
Sudah seharusnya negara melalui pemerintah daerah hadir untuk memperhatikan jalan rusak tersebut, demi lancarnya akses jalan mereka menuntut ilmu dari Desa Sintuban ke Sekolah UPTD SPF. SDNegeri dan SMP,SMA di Desa Biskang.
Keluhan dan keresahan terus menghantui mereka para murid ketika pagi hari, disamping jalan yang susah, mereka harus berpacu dengan waktu untuk sampai di sekolah mengikuti mata pelajaran, sebagai aset bangsa, mereka para pelajar tetap semangat untuk sampai di sekolah.
Kepada awak media barak1nesw.com,Sabtu,(6/12/24) Plt kepala sekolah UPTD SPF Sintuban, Zainal Abidin Simatupang S,pd didampingi salah seorang guru dan murid menyampaikan kesulitan yang mereka alami.
“Di musim penghujan seperti sekarang ini, para guru beserta murid harus berjuang untuk melewati keadaan jalan yang licin dan berlumpur dari Desa Sintuban Makmur ke desa Biskang ungkap Zainal Abidin.Sabtu (5/12/24).-
Bukan hanya situasi jalan yang susah, kerapkali mereka tidak dapat hadir disekolah mengikuti mata pelajaran akibat situasi banjir dari luapan sungai.
“anak anak sering tak masuk sekolah mengikuti mata pelajaran akibat banjir yang menggenangi jalan,’ tuturnya.
Kami berharap agar pemerintah memperhatikan jalan ini, karena satu-satu nya jalan desa Sintuban Makmur ke UPTD SPF SD Sintuban Makmur cuma jalan ini, demi anak anak yang belajar, kami sekali lagi berharap kepada pemerintah agar memperhatikan juga jalan sepanjang 20 Km Sintuban Makmur – Biskang ini,’ pungkasnya.
Pantauan media barak1news.com dihari yang sama, para pelajar bahu membahu untuk melewati jalan rusak parah tersebut, terkadang untuk melewati jalan berlumpur dan licin mereka harus mendorong kendaraan sampai empat lima orang.
P
Diantara guru dan pelajar yang di temuai Barak1news.com adalah Sarianti Simamora S.pd, Rinta Berutu S,pd sebagai guru pengajar SD Negeri Sintuban, Dina lestari bancin, Morina Limbong, Ervina sari bancin, Renata Muliani Manik, Krisna Berutu adalah pelajar yang selalu harus berjuang setiap musim penghujan.
Pakaian seragam yang mereka pakai kerap kali terkadang sudah bercampur lumpur dan basah, namun mereka tetap gigih dan semangat untuk sampai di sekolah yang mereka tuju, UPTD SPF SDNegeri Sintuban Makmur.
Sesuai informasi yang dihimpun media barak1news.com, jalan jarak tempuh dari Sintuban Makmur menuju sekolah UPTD SPF SMP dan SMA Biskang berkisar 20 Km, sejak pemekaran Kabupaten Aceh Singkil sampai saat ini, belum ada pembangunan yang signifikan.
Penulis:( Edirman Laoli/Tim)
