Barak-1News | Nasional
Pemerintah memastikan akan memberikan insentif bulanan kepada guru honorer, yang ditransfer langsung ke rekening penerima.
Kepastian ini disampaikan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti baru- baru ini.
Hal ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru honorer yang selama ini masih menghadapi ketidakpastian penghasilan.
Abdul Mu’ti menjelaskan, bahwa meskipun gaji pokok guru honorer masih menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan, pemerintah hadir melalui kebijakan insentif untuk membantu meringankan beban para pendidik.
Sebesar 400 Ribu Perbulan
“Kalau gaji guru honorer itu kan tergantung dari masing-masing satuan pendidikan. Tapi dari pemerintah, kami memberikan insentif untuk guru honorer sebesar Rp 400.000 per bulan”, ujar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, insentif tersebut tidak disalurkan melalui sekolah, melainkan langsung masuk ke rekening guru honorer yang memenuhi persyaratan.
Skema ini disiapkan agar bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak serta menghindari potensi penyimpangan.
“Insentif ini ditransfer langsung ke rekening guru honorer yang memenuhi persyaratan”, katanya.
Pemerintah saat ini juga telah menyiapkan mekanisme penyaluran agar bantuan tersebut tepat sasaran.
Jauh Di Bawah UMD
Kebijakan ini dinilai penting mengingat masih banyak guru honorer di berbagai daerah yang menerima gaji jauh di bawah upah minimum daerah (UMD).
Di sejumlah wilayah, penghasilan guru honorer masih sangat bergantung pada kondisi keuangan sekolah atau yayasan. Bahkan ada yang hanya menerima gaji ratusan ribu rupiah per bulan, ungkapnya.
Siapkan Berbagai Program
Selain insentif bulanan, pemerintah juga menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas guru.
Pada tahun 2026, sebanyak 150.000 guru akan mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan sarjana (S1) melalui sistem rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Program tersebut didukung dengan beasiswa sebesar Rp 3 juta per semester.
Tak berhenti di situ lanjutnya, pemerintah juga menyiapkan pelatihan bahasa Inggris, pelatihan coding, hingga kecerdasan buatan (AI) bagi guru yang akan mengampu mata pelajaran tersebut.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru harus sejalan dengan peningkatan kualitas pendidikan.
“Guru yang sejahtera dan memiliki kapasitas yang baik diyakini akan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih berkualitas bagi peserta didik”, pintanya.
Penghargaan Atas Dedikasi Guru Honor
Melalui kebijakan insentif bulanan ini, pemerintah berharap dapat memberikan stimulus sekaligus penghargaan atas dedikasi guru honorer yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan, terutama di daerah.
Abdul Mu’ti menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola pendidikan nasional. Termasuk memperhatikan kondisi dan kesejahteraan guru honorer.
Insentif bulanan Rp 400.000 ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem pendidikan yang lebih adil dan berkelanjutan, imbuhnya. (Ant/DkSi)
Editor | Mukhlis Nst
