BARAK 1NEWS.COM| LABURA
Ketua Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) cabang Labuhanbatu Utara Muhammad Yusup Harahap mengecam keras tindakan Abu Sopyan seorang oknum guru Mts Negri 3 Labuhanbatu Utara terkesan arogan saat dikonfirmasi awak media Senin (9/1/2023) diruang kepala sekolah.
Demikian penjelasan Muhammad Yusup Harahap saat konfrensi Perss di sekretariat PWDPI Jln Plamboyan Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.
Lebih lanjut beliau menjelaskan , kejadian ini berlangsung sabtu 07/01) kemarin terhadap tiga orang wartawan yaitu dirinya (Bidik) kasus, Pur (AgaraNews) dan Syaparuddin (Mitra Poldasu) saat konfirmasi terkait adanya dugaan tentang tuduhan guru pembimbing terhadap siswi yang melakukan tindakan asusila diluar jam sekolah.
Saat itu Abu Sopyan dengan arogannya mengatakan kepada wartawan” Ah….! kau ini mau lah ku apakan ia..! ” sambil terus nyerocos dengan nada tinggi, beberapa awak media yang konfirmasi saat itu langsung mengejar dengan pertanyaan “mau di apakan pak?” namun Abu Sopyan enggan menjawab pertanyaan itu dan terus bicara tak karuan dengan suara tinggi.
“Atas dasar itu pula kami menilai Abu Sopyan oknum guru Mts Negri tersebut cukup arogan, Kita dari PWDPI Cabang Labuhanbatu Utara akan melakukan upaya hukum sembari menunggu iktikad baik sekolah itu.” Ujar Yusup
Turut hadir dalam konfrensi perss itu elemen masyarakat dari berbagai ormas diantaranya Kepala bidang Perlindungan perempuan dan anak, LSM Penjara Mastarip Ritonga dan Jupriadi Naipospos .
Mastarip Ritonga didampingi Jupriadi Naipospos dari Lsm Penjara bidang perlindungan perempuan dan anak akan ikut mendampingi Bunga sebagai korban pencemaran nama baik yang diduga dilakukan pihak sekolah itu. Dimana awalnya Bunga diintrogasi para Guru MTS N 3 di sekolah, karena Bunga dituduh melakukan perbuatan asusila di luar Sekolah.
Sementara itu orang tua Bunga mengaku sangat keberatan dengan apa yang disangkakan kepada anaknya dan dipaksakan supaya mengakui apa yang tidak pernah dilakukannya,
Kamal Mustapa selaku kepala sekolah MtsN3 Labuhanbatu Utara saat dikonfirmasi via selulernya sedang diluar jangkauan. Demikian juga dengan humasnya Husnul Anwar tidak bersedia dikonfirmasi dan menyarankan supaya awak media konfirmasi langsung dengan kepala sekoloh.(RG)
