Barak1news.com. Tap-Sel
Akibat Intensitas curah hujan yang tinggi 4 hari belakangan ini di daerah Tapanuli Selatan (Tap- Sel), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), sementara delapan orang ditemukan meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor, hingga saat ini hujan masih mengguyur tiada henti mulai sabtu hingga Rabu 26/11/2025 mengakibatkan data ini bisa saja berobah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam laporannya kepada Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, diperkirakan lebih dari 3.000 Kepala Keluarga (KK) mengungsi dari 11 kecamatan terkena bencana, puluhan orang terluka dan depan orang meninggal dunia.
Berikut data korban meninggal dunia, satu orang di Kecamatan Sipirok, satu di Angkola Barat dan enam di Kecamatan Batang Toru. BPBD Tapsel masih melakukan penyisiran di lapangan bersama tim gabungan lainya, dan sedangkan kerugian materil akibat bencana ini diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
11 kecamatan yang terdampak bencana tersebut di Tapsel adalah Sipirok, Marancar, Batang Toru, Muara Batang Toru, Angkola Barat. Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Angkola Muara Tais, Batang Angkola, Sayur Tinggi, Tano Tombangan.
Tim gabungan yang terdiri dari ribuan anggota BPBD bersama TNI, Polri, Satpol PP dan aparat kecamatan telah dikerahkan melakukan evakuasi dan relawan di lapangan masih terus berjibaku membantu korban, baik terdampak banjir maupun longsor.
Menanggapi situasi ini, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari kedepan.
Selain itu, Pemerintah Tapanuli Selatan juga telah menyalurkan 3.000 paket sembako, tenda pengungsi, kasur darurat, selimut, makanan siap saji, perahu karet, alat berat, chainsaw dan keperluan lainnya.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar waspada dan hati-hati sesuai dengan peringatan dini BMKG Sumut agar masyarakat berhati hati, karena cuaca di beberapa daerah Sumatera Utara sangat ekstrim.
Sesuai informasi yang dihimpun, jalur yang dapat di lalui dari Padang Sidempuan (Tap-Sel) menuju Medan adalah jalur via Gunung Tua, sementara jalur via Sibolga dan Tarutung saat ini tak dapat dilalui akibat banjir dan longsor.
Penulis : A Salam Siregar.
