Barak1News.com|Aceh Singkil
Sebanyak 56 dari 250 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru menerima surat keputusan (SK) pengangkatan di Kabupaten Aceh Singkil minta pindah.
Mereka mengajukan pindah lantaran keberatan terkait formasi penempatan yang telah ditentukan pemerintah sesuai penempatan surat keputusan (SK) pengangkatan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil, Junaidi mengatakan, terkait ada informasi guru PPPK yang komplain terhadap penempatan silahkan.
“Kalau pun, ada kendala, silahkan laporkan ke dinas, kita akan fasilitasi. Mengenai penempatan formasi itu adalah kehendak Pemerintah Pusat, jadi silahkan para guru PPPK laksanakan itu,” kata Junaidi pada Senin (14/8/2023).
Kata Junaidi, jika alasan mereka tidak tersedia nya rumah sewa, tempat kos, maupun perumahan dinas, itu hanyalah alasan klasik, dirinya akan tanya lagi, sudah pernah penempatan ke daerah itu atau belum.
Menurutnya, karena mereka sudah disumpah, salah satu bunyinya bersedia ditempatkan dimana saja.
“Sedangkan saat ini SK dan surat perintah melaksanakan tugas (SPMT) baru saja akan diteken, saya heran kok tiba-tiba ada complain,” ujar Junaidi.
Menurutnya, soal pemindahan tersebut akan di sesuaikan dengan aturan, jika tidak ada mengistimewakan pegawai PPPK terkait pindah, tidak ada. Justru dinas berusaha menyesuaikan mekanisme yang berlaku.
“Perlu digaris bawahi, guru ASN/PPPK adalah ujung tombak kita di lapangan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil,” kata Junaidi.
PEMDIKNAS Angkat Bicara
Ditempat terpisah, menanggapi soal guru PPPK yang ingin pindah, Nurrizal Kahfy Pohan selaku Pemerhati Pendidikan Nasional Aceh Singkil (PEMDIKNAS), Selasa (15/8/2023) mengatakan agar para guru yang merasa keberatan dengan penempatan tugas baru untuk bersabar.
Karena menurutnya, tugas yang diberikan merupakan suatu pengabdian kepada bangsa dan negara serta penuh tantangan.
Oleh sebab itu, Rizal juga berpesan kepada seluruh guru PPPK yang baru dilantik dapat menjalankan tugas sesuai sumpah, salah satunya bersedia ditempatkan di manapun.
“Jika sumpah itu dilanggar, dikhawatirkan pendidikan tak berjalan seperti apa yang dicita-citakan dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa,” terangnya.
Untuk itu lanjutnya, agar pegawai PPPK yang baru dilantik dapat bersyukur dan berterimakasih kepada ALLAH SWT, sebab Pemda tidak tinggal diam dan tetap berusaha untuk yang terbaik, tapi hanya menanti waktu, semoga hal ini segera pula mendapat perhatian pemerintah Aceh dan Pusat. (red/rz)
