BARAK 1 NEWS.COM|LABUSEL
Boston Malaka Butar Butar (58) Warga Teluk Panji 1 yang berprofesi sebagai wartawan di Labuhanbatu Selatan kini kondisinya semakin memprihatinkan. Penyakit tumor usus yang di deritanya selama setahun lebih membuat Boston nyaris tidak dapat beraktifitas lagi di lapangan.
Untuk bertahan dari penyakit yang dideritanya, Boston kini menumpang di Perumahan SDN 22 Pondok Kuning Teluk Panji Kec Kampung Rakyat, Kab Labuhanbatu Selatan tanpa ada sanak saudara yang menemaninya. Sewaktu itu beliau dengan kondisi tidak punya siapa-siapa karena persoalan keluarga yang pelik, akhirnya beliau menemui Korwil pendidikan Kampung Rakyat, Ahmad Yani dan selanjutnya mengarahkannya untuk menemui Kepala Sekolah SD 22 Pondok Kuning H. Agung.”Saya berjuang sendirian bang tanpa ada siapa-siapa, untuk tempat tinggal saja saya menumpang di rumah sekolah.” Ucap Boston sambil sesekali memegang perutnya yang sakit saat Barak 1 News.com bertemu beberapa waktu lalu.

Dia mengaku pernah berusaha Berobat ke RSU Nuraini Blok Songo, Kotapinang, kemudian oleh pihak RSU Nur’aini merujuk ke RSUD Rantau Prapat Kab Labuhanbatu sebagai tindak lanjut atas penyakitnya.
Kepada Barak 1 News.com Boston menceritakan bahwa, di RSUD Rantau Prapat dia dirawat hanya selama 10 hari, lalu dirujuk ke Medan, “Disini 10 hari karena tidak mampu ditangani lalu dirujuk ke RS Adam Malik, Medan. di RS Adam Malik Juga dipulangkan dengan alasan belum dapat ditangani, nanti datang lagi kita ambil dulu hasil diagnosa nya Kata dokternya saat itu,” ungkap Boston sambil mengusap matanya yang berair. Ada setitik air mata kesedihan di raut wajahnya dan berusaha dia sembunyikan dengan menyekanya seakan beliau masih mampu menahan rasa sakit itu.
Padahal menurut Boston hasil diagnosa dari RSUD Rantau Prapat sudah ada, namun dari pihak RS. Adam Malik tetap menyuruhnya kembali ke Kotapinang.
Masih menurut Boston bahwa dirinya aktif membayar BPJS Kesehatan dan dengan BPJS lah berharap penyakit Tumor usus yang dia derita selama ini bisa segera diangkat atau di operasi, namun hingga kini tidak ada tanda tanda dirinya akan segara dioperasi.
“Kini beban saya semakin berat bang, apalagi hidup sendiri. Untuk meringankan beban yang saya alami sesekali saya paksakan keluar rumah untuk mencari rezeki demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” lirihnya sambil menahan rasa sakit.

Saat ditanya padanya bagaimana respon pemerintah terhadap penyakit yang dideritanya, Boston hanya tertunduk lemah dan menggelengkan kepalanya.” sekitar tiga bulan lalu saya sudah bertemu bapak Bupati, H Edimin dan Wakil Bupati H. Ustad Ahmad Padli Tanjung.S.Ag, namun belum ada respon dan perhatian sampai saat ini,” ungkapnya pasrah menanti bantuan para Dermawan dan Pemerintah agar penyakitnya dapat segera diangkat dengan Operasi.
Masih penuturan Boston pada Media Barak 1 News.com, bahwa dirinya juga pernah menjumpai Ketua DPRD Labusel, Edy Parapat di ruang kerjanya. Saat itu Boston bersama rekan wartawan lain salah satunya Sholawat Lubis dari media Elektronik Efarina. “Ketua DPRD juga tidak respon dengan mengatakan tanpa beban bahwa lagi tidak punya uang dan masih banyak urusan, sabarlah bang” ungkap Boston kesal.
“padahal yang dibutuhkan bukan hanya sekedar uang, dengan relasi yang dimilikinya bisa mengarahkan saya untuk bisa berobat, sudah cukup!, Jadi saat ini untuk memenuhi kebutuhan hidup dan untuk membayar BPJS Kesehatan, Saya setiap hari harus keluar untuk mencari rizki. saya juga kesulitan membeli pampers untuk menampung darah yang setiap saat keluar. Untuk itu, Saya berharap Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan atau Dinas terkait di kab.Labusel atau Pemprov Sumut dapat membantu memberikan solusi terbaik agar Tumor usus yang saya derita ini secepatnya bisa di angkat,” harapnya.
Sebagai infomeBoston sebenarnya memiliki 5 orang anak, namun karena permasalahan Rumahtangganya yang pelik, dia sekarang hanya berjuang sendiri melawan penyakit ganas itu tanpa sanak saudara.
Bahkan karena kondisinya yang semakin memprihatinkan dia berharap mampu mengetuk hati nurani para dermawan untuk membantu meringankan beban yang dideritanya. Bagi para dermawan yang ingin membantu saudara Boston dapat mengirim langsung ke rekening beliau : BNI cabang Rantauprapat : 1470280630 (AN/red)
