Barak1news.com. Aceh Singkil.
Ny. Habibatussania Safriadi Oyon, istri Bupati Aceh Singkil, resmi dilantik sebagai Bunda Guru Kabupaten Aceh Singkil dalam Pelantikan Bunda Guru se-Aceh yang dilantik oleh Bunda Guru Aceh, Ibu Marlina Muzakir, pada Sabtu (24/10/2026) pukul 16.30 WIB di Aula Dinas Pendidikan Aceh.
Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Bunda Guru dalam mendukung kemajuan pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
Menyikapi pelantikan tersebut, Pakar Hukum Internasional dan Pendidikan Internasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., yang juga Rektor UBNB, menyambut dengan penuh sukacita.
“Dengan dilantiknya Ny. Habibatussania Safriadi Oyon kita patut berbangga hati. Masa depan pendidikan dari PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK di Aceh Singkil tahun ajaran 2026-2027 akan maju dan berkembang, baik dari sisi prasarana bangunan yang terawat maupun prestasi anak didik yang gemilang, baik ekstrakurikuler, kesenian, olahraga, serta etika sopan santun,” sebut Prof Sutan Nasomal saat dihubungi sejumlah pimpinan redaksi di Kantor DPW Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) Patumbak, Medan, Sabtu (25/10/2026).
Sementara itu, Bunda Guru Kabupaten Aceh Singkil, Ny. Habibatussania Safriadi Oyon menegaskan bahwa peran Bunda Guru tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian dan kolaborasi.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah untuk memperkuat kepedulian terhadap dunia pendidikan. Kami ingin memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang baik, tumbuh dengan penuh percaya diri, serta mendapatkan lingkungan pendidikan yang mendukung masa depannya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Bunda Guru harus mampu menjadi jembatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter, santun dalam perilaku, dan memiliki kepedulian sosial,” tegasnya.
“Melalui kebersamaan dan semangat Sekata Sepekat, kita bergandengan tangan menyiapkan generasi yang unggul, berdaya saing, berakhlak mulia, dan siap membawa Aceh Singkil menuju masa depan yang lebih gemilang,” pungkasnya.
Laporan: April Siregar.
Redaktur: Abdus Salam Siregar.
