Barak1news.com. / Padang Lawas.
Bupati H.Safriadi Oyon SH didampingi Wakil Bupati Aceh Singkil, H.Hamzah Sulaiman SH pimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih, di Oproom Sekdakab setempat, Jumat (16/05/2025).
Rakor tersebut juga dihadiri Plt Sekda Aceh Singkil, Edy Widodo, SKM. M.Kes. Asisten II, Faisal. Kepala Disperindagkop UMKM, Malim Dewa. Kepala DPMK, Azwir. Kadis Pangan, Haris. Plt Inspektur Inspektorat, Fajri Yunus. Satgas Koperasi Merah Putih. P3MD dan lainnya.
Kegiatan tersebut dalam upaya mendukung akselerasi program nasional oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di bidang penguatan koperasi yang akan di bentuk di seluruh desa di Indonesia.
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon SH mengatakan bahwa program Koperasi Merah Putih (KMP) yang merupakan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto itu sangat bagus sekali untuk memutus mata rantai kemiskinan,’ katanya.
Bayangkan, tambah Safriadi Oyon, saya sendiri begitu menghadiri HLM terkait inflasi dan digitalisasi pada Rabu kemarin, dan besoknya (Kamis) dilanjutkan menghadiri Musrenbang Aceh di Banda Aceh, pagi ini saya langsung hadir di sini, dan setelah ini nanti, saya wajib langsung berangkat ke Jakarta untuk menghadiri undangan Sarasehan di MPR-RI yang di hadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Saya memaksakan hadir disini, mengingat program bapak presiden ini sangat bagus sekali untuk kemajuan daerah yang bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan,”jelas Bupati.
Bupati juga berharap, setelah rakor tersebut meminta agar langsung membentuk percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di desa-desa yang terdapat sebanyak 116 desa di wilayah tersebut,’ ungkapnya.
Intinya, pembentukan di desa dipermudah, agar Koperasi Merah Putih di desa terbentuk dengan cepat supaya para pengurus di desa ini nanti cepat bekerja di program yang sangat bagus ini,”kata Bupati Safriadi Oyon.
Selain itu, Bupati juga meminta kepada inspektorat agar mengaudit desa di bidang ketahanan pangan di masing-masing desa.
Ketahanan pangan ini juga merupakan program bagus dari bapak Presiden kita. Sementara, ketahanan pangan ini juga tertuang dalam dana desa, intinya ada anggarannya di dana desa. Saya menginstruksikan kepada inspektorat agar mengaudit dana desa yang tak mempunyai program ketahanan pangan,’ tambahnya.
Ditambahkannya, Memang sudah ada desa yang melaksanakan program ketahanan pangan ini yang sudah kita panen bersama diantaranya, manen cabai di desa Panjaitan, saya sendiri, panen jagung dan bapak wakil bupati di Sanggaberu Silulusan di kecamatan Gunung Meriah,” tegas Bupati.
Sementara, Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Hamzah Sulaiman, SH juga menegaskan di program Koperasi Merah Putih ini ada keistimewaannya karena diikutsertakannya beberapa Menteri Presiden Republik Indonesia.
“Kalau kita lihat sampai 14 menteri ikut di dalam pengelolaan Koperasi Merah Putih ini. Artinya, di sinilah keseriusan Presiden membentuk koperasi ini. Oleh sebab itu, ini harus berhasil, kita utamakan keberhasilan ekonomi ini,” tutup Hamzah Sulaiman.
Penulis: Pandan Hutabarat.
