Barak-1News.com | Nias Barat
Kabupaten Nias Barat berada di wilayah Kepulauan Nias, Sumatera Utara, dimana merupakan daerah otonom baru, termasuk dalam kategori daerah tertinggal, terluar, dan termiskin, bahkan tergolong penyumbang kemiskinan ekstrem.
Kini masyarakat Nias Barat sedikit lega dan terlayani dengan baik di era kepemimpinan Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu.
Beragam program yang diluncurkan langsung menyentuh dan menjawab kebutuhan masyarakat, seperti ambulans gratis 24 jam dan santunan duka.
Disamping itu peningkatan infrastruktur publik terus digencarkan dalam upaya mengatasi ketimpangan pelayanan publik.
Secara khusus, yaitu ketimpangan pelayanan kesehatan. Sebab, selama ini masyarakat Nias Barat bergantung kepada pelayanan kesehatan di RSUD dr. Thomsen Nias.
Sedangkan jarak Nias Barat ke Gunungsitoli sangat jauh, sehingga masyarakat terbebani dalam biaya dan efisiensi waktu.
Menurut Soccer Khenoki Waruwu, saat ini sedang dibangun Rumah Sakit Pratama di Nias Barat untuk menghadirkan dan memaksimalkan pelayanan kesehatan secara profesional dan berkeadilan.
Musim Ekstrem Hingga Banjir
Lanjut dia, kendatipun pembangunan rumah sakit tersebut sedikit molor dari waktu yang direncanakan.
Akan tetapi masyarakat harus mengetahui beberapa bulan belakangan ini, kita dihadapkan pada musim hujan ekstrem hingga terjadinya banjir.
Tentu cuaca yang ekstrem tersebut berdampak pada proses pembangunan, ucapnya.
Bahkan sebutnya, akibat terputusnya jalan provinsi di KM 27 Nias, aksesbilitas pengiriman logistik ke Nias Barat terhambat, termasuk pengiriman bahan material RS Pratama, ungkapnya.
Dia menekankan, yang diharapkan masyarakat adalah kualitas dan kekokohan fisik bangunan bukan sebaliknya, ujar Bupati.
Namun semua itu, tidak lepas dari dukungan masyarakat agar pembangunan RS Pratama bisa selesai sesegera mungkin, dan dapat dirasakan manfaatnya.
Dengan selesai pembangunan fisik, maka dalam benak dan hati saya sudah memikirkan agar fasilitasnya ke depan paling tidak, setara seperti RSUD dr. Thomsen Nias, sebutnya.
Bupati meyakini, masyarakat Nias Barat tidak menghendaki pembangunan RS Pratama mangkrak bahkan gagal. Ini tidak boleh terjadi, akunya.
Lebih baik nama baik saya dipertaruhkan dari pada mangkrak dan gagal. Sebab bangunan itu memprioritaskan untuk kepentingan masyarakat, katanya mengakhiri. (U’androsohagolo Ndraha)
Editor | Mukhlis Nst
