Barak1News.com|Deliserdang
Memanfaatkan lokasi sepi yang jauh dari keramaian persisnya di bantaran sungai Bederak Kabupaten Deliserdang. Gudang yang disinyalir sebagai tempat menimbun BBM (bahan bakar minyak) jenis solar bebas beroperasi.
Diduga, selain menampung solar, gudang tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat mengoplos menjadikan minyak asal Tanjungpura menjadi BBM mirip solar dan menyalurkannya ke beberapa industri.
Berdasarkan informasi dari masyarakat, awak media kemudian menyambangi lokasi gudang yang dimaksud. Dari amatan media ini, terlihat aktifitas truk tangki biru putih keluar masuk dari gudang tanpa plang merk tersebut, Selasa (22/2).
Truk dengan kapasitas 5000 liter dengan logo Pertamina diduga digunakan untuk mengecoh pihak berwajib dan PT Pertamina sendiri.
Praktek penjualan BBM menggunakan label Pertamina tersusun rapi diduga adanya kerjasama yang melibatkan banyak pihak. Sehingga aktifitas dapat terus berjalan dan tak mendapatkan tindakan.
Hal ini tentunya akan merugikan dan mencoreng citra Pertamina sebagai pemilik hak penuh dalam penyaluran BBM di tanah air.
Sebab, BBM yang disalurkan sudah jelas tidak memenuhi standar dan kualitas yang dikeluarkan PT Pertamina.
Dalam pasal 54 jo Pasal 28 Ayat (1) uu RI No 22 Tahun 2001 Tentang Migas jo Pasal 55 (1) ke 1 KUHP Pidana disebutkan, setiap orang yang meniru atau memalsukan Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi dan hasil Olahan atau bahan bakar minyak serta hasil olahan tertentu yang dipasarkan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat wajib memenuhi kebutuhan masyarakat wajib memenuhi standar mutu yang di tetapkan oleh pemerintah.
Untuk menghindari hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran disekitar lokasi. Mewakili masyarakat, salah seorang warga yang tidak ingin disebut namanya meminta aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas kepada pemilik gudang.
“Kami tidak ingin terjadi hal yang membahayakan seperti ditempat lain, jadi kami meminta pihak berwenang bertindak tegas, jangan biarkan gudang BBM tanpa izin beroperasi disini,” pintanya. (Tim)
