Barak1news.com. Padang Lawas.
Warga Desa Saba balik, Kecamatan Bang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, dihebohkan dengan kemunculan seekor binatang besar berbulu tebal pada Minggu, 27 September 2026.
Peristiwa langka tersebut terjadi sekitar siang hari di pinggiran hutan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga. Menurut keterangan masyarakat setempat, binatang tersebut belum pernah nampak sebelumnya di desa mereka.
“Jenis binatang besar berbulu tebal dan belum pernah nampak sebelumnya oleh masyarakat setempat,” ujar warga Desa Saba balik kepada Barak1news.com, Minggu (27/09).
Warga yang melihat pertama kali mengaku kaget karena ukuran tubuhnya besar, berbulu lebat berwarna coklat kemerahan, dan bergerak lambat di atas pohon besar dekat kebun warga. Sejumlah warga kemudian berkumpul dan mengamati dari jarak jauh, namun tidak berani mendekati.
Dari ciri-ciri yang disampaikan warga, satwa tersebut diduga kuat merupakan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), satwa endemik yang hanya hidup di kawasan Ekosistem Batang Toru yang meliputi Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Padang Lawas, Padang Lawas Utara.
Orangutan Tapanuli merupakan spesies orangutan paling langka di dunia yang baru ditetapkan sebagai spesies baru pada tahun 2017. Populasinya di alam liar diperkirakan tersisa kurang dari 800 ekor dan berstatus Kritis (Critically Endangered) menurut IUCN, serta dilindungi Undang-Undang.
Daerah tersebut diketahui berbatasan langsung dengan koridor hutan Batang Toru. Tidak menutup kemungkinan satwa tersebut keluar dari habitatnya karena mencari makan atau habitatnya terganggu.
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan satwa tersebut masih dipantau warga. Masyarakat Desa, dan dihimbau untuk tidak mengganggu, tidak mengusir dengan kekerasan, tidak memberi makan, dan tidak memburu satwa tersebut.
Warga diharapkan segera melaporkan penemuan langka ini kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara dan pihak kepolisian kehutanan agar dapat ditangani sesuai prosedur konservasi.
Penulis: Ali Sabban Siregar.
