Bener Meriah | Barak1News.com
Menyikapi meningkatnya pembelian bahan bakar minyak (BBM) dan sembako oleh masyarakat di Kabupaten Bener Meriah akibat isu konflik internasional yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran, Rifki Hasan Gayo, Sekretaris Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Pelajar Bener Meriah (HPBM) Banda Aceh, menekankan agar Pemerintah Kabupaten Bener Meriah fokus melakukan pengawasan harga BBM dan sembako serta mampu mengatasi fenomena panic buying di masyarakat.
Menurut Rifki, kepastian ketersediaan BBM dan sembako memang penting, tetapi yang paling mendesak saat ini adalah memastikan harga tidak dimanipulasi oleh oknum pedagang yang nakal. “Masyarakat sudah belajar dari pengalaman bencana banjir bandang dan tanah longsor sebelumnya, sehingga kewaspadaan terhadap kenaikan harga sangat tinggi. Pemerintah harus hadir untuk memastikan tidak ada pihak yang menaikkan harga secara semena-mena,” tegas Rifki.
Ia menilai pengawasan ketat di SPBU, pangkalan, dan pasar tradisional menjadi kunci agar masyarakat tetap tenang dan tidak terjadi kepanikan. Pemerintah daerah juga harus mengambil langkah konkret untuk mencegah panic buying, seperti menyampaikan informasi yang akurat dan berkala tentang ketersediaan stok serta mengatur distribusi agar pasokan tetap merata.
Rifki menambahkan, pengawasan harga dan pengendalian panic buying bukan hanya menjaga stabilitas ekonomi lokal, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Kehadiran Pemkab Bener Meriah dalam mengawasi harga BBM dan sembako serta memastikan panic buying tidak terjadi sangat dibutuhkan agar kondisi tetap stabil dan terkendali,” tutup Rifki Hasan Gayo. ( ***)
