Photo : NurrizalKahfy, Pohan Pemerhati Pembangunan Aceh Singkil.
Barak-1news.com|Aceh Singkil.
Salah satu tokoh masyarakat pemerhati pembangunan Aceh singkil, Nurrizal Kahfy Pohan Putra Cingkam gala-gala kecamatan Gunung meriah Aceh singkil dalam komentarmya di kantor Media Barak-1news.com di Medan (10/9).
Menanggapi begitu banyaknya komentar masyarakat atas jebolnya kolam penampung limbah, yang mengalir ke aliran sungai Lae Gombar yang melintasi beberapa desa dan di antaranya desa Ladang Bisik, dalam komentar prosesnya Rizal Pohan berharap Kepada masyarakat dan seluruh masyarakat, memandang peristiwa jebolnya tanggul kolam limbah ini adalah Merupakan Musibah.
“Saya berharap kepada masyarakat dalam menyikapi kejadian jebolnya tanggul kolam limbah PKS PT. Nafasindo agar bijak dan jangan menghakimi secara bertubi tubi,’ kata Nurrizal Kahfy Pohan
Ditambahkannya, tentu saja peristiwa itu tidak kita inginkan, marilah kita berpikir jernih dan sehat, tidak menghakimi langsung PT. Nafasindo, itu tidak baik,’ ucapnya.
Mengingat bahwa PT. Nafasindo adalah Salah satu perusahaan perkebunan nasional yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan pengolahannya.
Pabrik Kelapa Sawit (PKS ) PT. Nafasindo selama ini sangat membantu dan dapat menampung Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit masyarakat di sekitar perkebunan,dan memperkerjakan masyarakat sekitar dengan serapan lebih dari 80% pekerja (karyawan) putra lokal daerah Aceh Singkil,’ tegasnya.
Sementara itu Salah satu staf PT. Nafasinfo sdr Rezky (Kiki) saat di temui awak media Barak-1news.com di kantor Lae gombar (09/09) mengatakan kolam yang jebol itu pada hari itu juga sabtu tanggal, (6/9) di perbaiki dan di tutup bagian yang jebol sebut nya.sebelum Nurrizal menutup komentarnya.
” Kita lihat azas manfaat perusahaan PT. Nafasindo sangat banyak untuk membantu masyarakat, musibah jebolnya tanggul kolam limbah perusahaan datang, tanpa ada unsur kesengajaan,’ katanya.
Dalam hal ini tentunya kita harus paham dan menyadari atas kejadian tersebut, biarkanlah proses berjalan, jangan sampai kita memperkeruh suasana sehingga merugikan kita bersama, pihak perusahaan juga ketika mengetahui kejadian naas tersebut, mereka langsung sigap untuk melakukan tindakan menutup dan memperbaiki tanggul kolam limbah tersebut, ‘ ungkapnya.
Kita semua mereka kesal dan kecewa, karena sebagian masyarakat disana mata pencariannya adalah hidup sebagai nelayan, namun kalau musibah yang datang, siapa yang dapat untuk menghalanginya,’ tambahnya lagi.
Saya berharap semoga masyarakat tetap tenang tidak terhasut dan tetap mengedepan kan menjaga dan melindungi seluruh perusahaan investasi di negeri kita aceh singkil Batuah demi kesinambungan pembangunan untuk anak cucu kita, tutup nya.
Penulis. Mustafa Pohan.
