Barak1news.com. Aceh Singkil,
Perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit PT.Socfindo menjadi bahan perbincangan masyarakat yang melintas Jalan Cut Meutia dan jalur II dan Bundaran Tugu Simpang Empat Desa Rimo, kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh.
Terpantau awak media Barak1news.com
Com di Jalan Cut Meutia, Simpang Empat Tugu Kendaraan Perusahaan jenis FUSO bermuatan Tandan Buah Sawit (TBS).
Warga masyarakat setempat merasa terancam akan cara perusahaan membawa muatan TBS tanpa memakai pengaman, atau yang lazim dipakai jaring untuk menjaga buah terjatuh mengganggu, bahkan melukai masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.
Apalagi disaat seperti bulan suci Ramadhan sekarang ini, daerah Rimo di padati oleh masyarakat yang mencari takjil kesukaan pribadi untuk berbuka puasa di sore hari.
Salah satu warga setempat, DA mengatakan bahwa sudah tidak layak lagi mobil perusahaan melintasi jalur ini, karena sudah mengancam membahayakan warga yang sehari-hari beraktifitas menggunakan jalan ini, ungkapnya.

Sementara Kadishub Aceh Singkil, Syam’un Nst, Selasa 11/03/2025 mengatakan telah menyampaikan hal tersebut diatas kepada pihak perusahaan.
“Saya sudah mengatakan dengan tegas agar Socfindo memperhatikan saat warga ramai berbelanja Takjil atau Jalan-jalan sore diseputaran Jalur II Tugu Simpang Empat, Rimo, kecamatan Gunung Meriah agar perusahaan dapat mengatur jadwal kenderaan pengangkut TBSnya melalui jalur tersebut serta wajib pasang jaring pengaman” katanya.
Ia juga menyampaikan agar Kendaraan perusahaan mematuhi peraturan yang standar pada Type jalan /kelas jalan yang dilintasi.
AKP Hendra, Kasat Lantas Polres Aceh Singkil mengatakan hal yang sama agar perusahaan memperhatikan jalan yang mereka lalui di Rimo.
” saya selalu peringatkan kepada pihak perusahaan Socfindo, agar mengatur jadwal kendaraan pengangkut TBS jangan melintas pada jam-jam aktifitas warga Gunung Meriah ramai disaat sore untuk belanja Takjil Ramadhan,’ tegas Kasat Lantas.
Sementara awak media menghubungi pihak perusahaan Socfindo Lae Butar melalui via WhatsApp atas nama Nopri namun belum ada tanggapan sampai berita ini di naikkan.
Penulis: April Siregar.
