
Oleh,Sabran.
Humas Pemda Aceh Singkil,
10 Mei 2026.
BARAK1NEWS.COM
Ada saatnya kata-kata tak lagi sekadar huruf yang berbaris rapi. Ia berubah menjadi jembatan, menghubungkan apa yang bersemayam dalam hati dengan dunia yang tak selalu mengerti isi nurani.
Di sanalah jemarimu mengambil peran: menjadi penerjemah sunyi, menjadi wakil dari rasa yang tak terucap.
Ketika jemarimu bergerak, sejatinya ia sedang menenun makna, merajut benang-benang pikiran dengan benang-benang perasaan, agar lahir sebuah kalimat yang utuh dan jujur.
Namun menulis bukan hanya perkara merangkai kata. Ia adalah tanggung jawab merawat makna. Sebab sekali kalimat terlepas ke ruang publik, ia tak lagi sepenuhnya milik kita. Ia akan dibaca dengan beragam tafsir, dipahami dengan latar yang berbeda, dan mungkin dirasa dengan getar yang tak sama.
Maka ketika jemarimu menjadi perwakilan hati, pastikan ia berangkat dari niat dan pikiran yang jernih. Biarkan setiap kata lahir dari kejernihan pikir dan kebersihan rasa. Sebab tulisan yang berasal dari hati, akan menemukan jalannya sendiri menuju hati yang lain…🙏🏻🙂
Biro Aceh Singkil
April Siregar
