Barak 1 News.com|Labusel
Luar biasa perayaan Hari lahir Pemkab Labuhanbatu Selatan ke- 16 kali ini, Perayaan yang seharusnya sebagai wahana informasi dan publikasi produk UMKM yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan seakan tidak terlihat, pasalnya pengadaan stand pameran terkesan asal jadi dan tidak menunjukkan profesionalitas.
Berdasarkan pantauan media sejak dibuka oleh Wabup Labusel, H. Ahmad Padli Tanjung terlihat kurang meriah, karena satu stand terdiri dari 3 OPD. Ironisnya, walau di isi 3 OPD masih saja tidak ada yang di pamerkan alias meja kosong dan hanya menyediakan buku tamu untuk di tanda tangani oleh pengunjung. Salah satunya adalah Stand Perindagkop yang bergabung dengan Deskranasda Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Stand yang seharusnya menampilkan produk UMKM milik pelaku ekonomi yang ada di Labuhanbatu Selatan dan kerajinan tangan ternyata tak ada yang dipajangkan. Hanya ada 2 meja dengan background spanduk. Bagaimana tanggungjawanb perindagkop dalam pembinaan UMKM di Labuhanbatu Selatan?
Sebab sampai di hari ketiga tepatnya Kamis, (15/8) stand Perindagkop yang bergabung dengan Dekranasda masih saja kosong, begitu juga dengan stand PUPR yang bergabung dengan Dishub juga sama alias tidak ada yang dipajangkan selain spanduk.
Para pengunjung yang antusias untuk melihat produk-produk UMKM unggulan daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengaku kecewa saat mendapati stand tersebut tidak diisi dengan produk maupun petugas yang berjaga.”Pameran apa seperti ini, hanya melihat meja kosong tanpa produk,” ujar jhon salah seorang warga Kotapinang.
Tidak adanya aktivitas di stand ini menjadi sorotan awak media, mengingat UMKM merupakan sektor penting dalam mendorong perekonomian lokal dan Dinas tersebut sebagai tuan rumah dalam event tersebut. Yang lebih mengherankan lagi, bukan membangkitkan perekonomian masyarakat Labusel, malah mengundang pelaku ekonomi dari luar labusel. Seperti stand yang menjual aksesoris yaitu gelang, cincin dan batu akik ternyata saat di konfirmasi berasal dari Bukit Tinggi. Bahkan saat Ketua TP PKK Labusel Hj. Darni Hatna Saima didampingi Ketua I TP. PKK Labusel, Hj. Megawarni Harahap saat pembukaan pameran sempa tterkejut mengetahui pedagang itu berasal dari luar Labusel, “kami dari Bukit tinggi Bu” ujar pedagang aksesoris tersebut.
Saat akan di konfirmasi Kadis Perindagkop Labusel, H. Junjung usai acara pembukaan tidak bersedia di wawancarai dan terkesan menghindar. Apalagi dalam pembukaan tersebut tidak ada laporan panitia tentang kegiatan, hal ini membuat kecurigaan di kalangan media. Kenapa perhelatan akbar seperti ini tidak ada laporan panitia, berapa anggaran yang di gelontorkan dan darimana sumber anggarannya tidak ada yang tau.
Beberapa warga yang hadir menyampaikan rasa kecewanya, berharap agar ke depannya Pemerintah Daerah lebih serius dalam mengelola acara-acara penting seperti ini, terutama yang berkaitan dengan pengembangan UMKM yang seharusnya mendapat perhatian lebih. (DK)
