Barak1news.com. / Aceh Singkil (Sintuban Makmur)
Gerakan semangat ketahanan pangan dari lahan pemerintah, di tengah tantangan ekonomi dan perubahan iklim, seorang warga Dusun I Desa Sintuban Makmur, Mas Nyoto, tampil sebagai sosok inspiratif yang membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari langkah kecil yang penuh tekad.
Tanpa latar belakang pendidikan pertanian formal, Mas Nyoto secara otodidak berhasil mengolah tanah milik pemerintah Aceh Singkil yang terletak di kompleks peternakan hewan Desa Sintuban Makmur, menjadi lahan produktif yang menghasilkan berbagai komoditas pertanian dan peternakan.
Berbagai jenis tanaman seperti terong, timun, cabai besar, cabai kecil, kacang panjang, hingga ternak kambing dan ayam, tumbuh subur di tangan dinginnya.
Kegigihan dan semangat mandirinya telah membuka mata banyak pihak, bahwa ketahanan pangan dapat diwujudkan mulai dari desa sendiri, dengan memanfaatkan lahan yang ada.
Salah satu pihak yang turut terinspirasi adalah Plt. Kepala UPTD SPF SD Negeri Sintuban Makmur, Za. Simatupang, S.Pd. didampingi Tokoh masyarakat Desa Sintuban Makmur Bapak Arifin Sinaga selaku penasehat Dalam keterangannya, beliau menyampaikan rencana untuk mengembangkan kebun edukasi ketahanan pangan mandiri di lingkungan sekolah.
“Insyaallah, kami akan bekerja sama dengan Mas Nyoto, memanfaatkan lingkungan sekolah untuk menanam cabai, terong, kunyit, jahe, hingga timun. Alhamdulillah, lokasi dengan ukuran 12 x 12 meter sudah kami siapkan dan pagari dengan waring sebagai antisipasi hewan ternak masyarakat,” ujar Za. Simatupang dengan semangat.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan lokal, tetapi juga sebagai media pembelajaran langsung bagi siswa agar memahami pentingnya bercocok tanam, kemandirian, serta mencintai alam dan lingkungan sejak dini.
“Bismillah, semoga rencana dan harapan kita diijabah Allah SWT, dan ke depan membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Sintuban Makmur, terutama dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-sayuran,” tambah beliau.
Gerakan kecil ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari satu tindakan inspiratif. Semoga semangat Mas Nyoto dan dukungan dari berbagai pihak menjadi contoh bagi desa-desa lain di Aceh Singkil dalam membangun ketahanan pangan dari bawah.
Penulis: Pandan Hutabarat/ZAS.
