Barak1news.com | Musi – Banyuasin
Viral di media sosial seorang pasien inisial R (18) meninggal setelah 5 hari opname di RSUD Sekayu.
Diketahui R sebelumnya dibawa berobat di RSUD Sungai Lilin, oleh keluarganya karena mengalami pendarahan di bagian kepala, namun pihak RSUD Sungai Lilin tidak sanggup, dan pada tanggal 22/04/’25 dirujuklah R ke RSUD Sekayu. Sejak pukul 12.40 WIB di hari itu R pun mulai opname di rumah sakit terbesar dan terlengkap di Kabupaten Muba tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh media ini selama di RSUD yang dipimpin oleh dr. Sharlie Esa Kenedy, MARS itu, R kurang diperhatikan dan kurang diperlakukan sebagaimana seharusnya, atau tidak ditangani dengan baik, sehingga sudah beberapa kali keluarga pasien (R) meminta agar pihak RSUD Sekayu merujuk ke rumah sakit yang lebih “canggih” lebih lengkap baik Sapras maupun SDM nya di kota Palembang. Hal tersebut (permintaan keluarga pasien) sudah diunggah juga di media sosial.
Dalam rangka konfirmasi (cover both side), Awak media ini sudah beberapa kali mengirim pesan chat dan menelpon Direktur RSUD Sekayu, dr. Sharlie, tetapi tidak direspon, bahkan sudah dua kali mencoba menemui pria 44 tahun tersebut tetapi tidak berhasil. Awak media ini menduga dr. Sharlie sengaja menghindar.
Akhirnya pada Rabu, 30/04/’25 pukul 14.40 WIB media ini menuju ruang bagian Humas RSUD Sekayu, di ruang yang pernah dipimpin Andodi itu, awak media ini dihadapkan dengan Analis Kebijakan RSUD Sekayu Dwi M. Setelah mendengar maksud dan tujuan kedatangan media ini, Dwi memberikan klarifikasi bahwa si pasien menderita pendarahan di kepala, dan yang berkompeten untuk menanganinya adalah dokter (ahli) bedah syaraf, sementara RSUD Sekayu belum memiliki dokter bedah syaraf, yang ada adalah dokter (ahli) syaraf.
“Pada hari itu juga (22/4) pukul 7 (tujuh) malam kami rujuk pasien ke Palembang, pakai aplikasi Sisrute (sistem rujukan terintegrasi) untuk memastikan ketersediaan tempat tidur, dokternya, siap tidaknya mereka menampung, ternyata lima rumah sakit yang kami hubungi semuanya menolak. Kita tidak mungkin membiarkan pasien tersebut berangkat kalau di sana tidak menerima,” terangnya.
“Kalau dikatakan tidak ditangani itu tidak benar, karena pasien (R) dipasangi alat, dan hari itu juga kami terima dan tempatkan pasien di ruang ICU” katanya.
Adapun kelima Rumah Sakit rujukan yang disebutkan oleh pihak RSUD Sekayu adalah:
1. RSMH
2. Rumah Sakit Hermina
3. Rumah Sakit Siti Fatimah
4. Rumah Sakit Islam Siti Khotijah
5. Rumah Sakit Bunda Jaka Baring.
Semuanya beralamat di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Diketahui R meninggal di RSUD Sekayu pada tanggal 27/04/’25 pukul 18.57 (Ag)
