Barak-1news.com
Jakarta — Gelombang simpati dari masyarakat Indonesia terhadap kondisi yang menimpa Republik Islam Iran terus mengalir deras. Di tengah situasi konflik yang kian memanas, Kedutaan Besar Iran di Jakarta menjadi saksi nyata solidaritas tersebut, dengan banyaknya karangan bunga dan surat dukungan yang datang silih berganti.
Fenomena ini tidak hanya menunjukkan empati, tetapi juga memunculkan satu pertanyaan besar di tengah masyarakat: bagaimana cara membantu rakyat Iran secara langsung?
Jawaban itu akhirnya datang dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hangat pada 3 April 2026 di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengumumkan secara resmi dibukanya rekening bantuan untuk publik Indonesia.
Pertemuan itu turut dihadiri oleh tokoh nasional Din Syamsuddin, yang selama ini dikenal aktif dalam isu-isu kemanusiaan dan hubungan internasional.
“Begitu sering kami ditanya sampai kami tidak bisa lagi menjawab satu per satu terkait bantuan dari masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kami memutuskan membuka rekening resmi ini,” ujar Boroujerdi dengan nada haru.
Rekening bantuan tersebut dibuka melalui Bank BRI dengan nomor 020601002438302 atas nama Embassy of the Islamic Republic of Iran. Rekening ini ditujukan untuk menyalurkan dukungan kemanusiaan, khususnya dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah yang terdampak konflik.
Boroujerdi menegaskan bahwa nilai bantuan bukanlah hal utama. Baginya, setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun, memiliki makna besar bagi rakyat Iran.
“Ini bukan soal nominal. Ini adalah tentang perhatian, partisipasi, dan solidaritas dari masyarakat Indonesia yang kami rasakan sangat kuat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sikap konsisten Indonesia, baik pemerintah maupun rakyatnya, yang terus menunjukkan dukungan di saat Iran menghadapi masa sulit.
Bagi banyak pihak, inisiatif ini menjadi simbol bahwa hubungan antarbangsa tidak hanya dibangun melalui diplomasi formal, tetapi juga melalui rasa kemanusiaan yang tulus. Solidaritas lintas batas ini menjadi bukti bahwa kepedulian dapat menjembatani jarak geografis dan perbedaan budaya.
Kini, masyarakat Indonesia yang ingin berkontribusi tidak lagi bertanya-tanya. Saluran resmi telah dibuka, dan kesempatan untuk membantu hadir nyata di depan mata.
Karena pada akhirnya, bantuan sekecil apa pun adalah bentuk doa yang menjelma menjadi aksi.
Redaksi.
