Barak1News.com|Deli Serdang
Zaman keterbukaan informasi seperti saat ini sosok pejabat tentu sudah tidak asing lagi dengan media, yang mana segala bentuk kegiatan selalu diberitakan, karena media itu sendiri mitra dari pemerintah. Selain itu, media atau pers berfungsi sebagai kontrol sosial yang dilindungi oleh Undang-undang saat menjalankan tugas jurnalistiknya.
Namun justru yang terjadi malah sebaliknya pada kepemimpinan Kades BAHRUL ILMI, desa Suka Mandi Hilir Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang selalu tidak ada di tempat, di telfon tidak di angkat di WhatsApp juga tidak di balas, ketika hendak dikonfirmasi oleh media terkait penggunaan dana desa tahun 2023 yang di duga ada beberapa kegiatan yang tidak jelas kegunaannya dan markup.
Sekretaris desa ketika dimintai keterangan Rabu (17/4-2024) sekitar pukul 11.10 wib di ruang kerjanya dengan sombong mengatakan, bahwa Kades pergi ke Tanjung Morawa.
“Mau ngapain jangan lah mencari kesalahan, saya juga wartawan,” jawabnya sambil mengambil Id chart dari saku celananya.
Lantas awak media mempertanyakan tentang kegiatan pelatihan menjahit gorden dan taplak meja menelan dana sebesar Rp 37.928.250.
Pelatihan merangkai papan bunga menelan biaya Rp 31.588.000 dan juga (Ketapang) ketahanan pangan berapa nominalnya dan juga mengapa info grafis realisasi tidak pasang ? lalu sekdes pura pura linglung menjawab saya lupa, sembari meninggalkan awak media di dalam ruangannya.
Setelah dkonfirmasi mengenai info grafis realisasi, maka beberapa perangkat desa buru buru memasang info grafis tersebut.
Maka patut di duga kades dan sekdes sekongkol untuk menutupi apa apa saja informasi yang bersangkutan dengan dana desa dan di duga telah melanggar UU no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan publik.
Tentu saja hal tersebut membuat awak media bertanya-tanya ada apa dengan Kades tersebut, sampai-sampai alergi terhadap wartawan saat hendak dikonfirmasi dan klarifikasi tentang anggaran dari pemerintah.
Diminta kepada Bupati Deli Serdang dinas PMD Deli Serdang untuk memantau kinerja Kades Suka Mandi Hilir dan sekretaris desa yang mengaku sebagai wartawan dari media mingguan. (Baem Siregar)
