Barak1News.com / Bener Meriah
Hasil penyelidikan Polres Bener Meriah dan olah TKP bersama Inafis Polda Aceh serta autopsi oleh dokter ahli forensik atas ditemukannya Sutrisman Warga Kampung Blang Rongka, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah yang berlumuran darah oleh Fatimah istri korban di kebunnya ( 3/8), lalu dilarikan ke Puskesmas Lampahan, kemudian dibawa ke RSUD Muyang Kute, Benar Meriah dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Fauziah, Bireun yang akhirnya Sutrisman meninggal dunia.
Dalam Press Conference yang dipimpin Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Sutanto, S.I.K, M.I.K didampingi Kasat Reskrim AKP Supriyadi, Kaur Identifikasi, Kasi Humas dan dokter ahli forensik dr.Busyra Wan Ranto, Sp.F.M serta dihadiri oleh pihak keluarga Fatimah istri korban, Reje Kmp.Blang Rongka dan para saksi ( 14/8 ) di Mapolres Bener Meriah, terungkap bahwa kematian Sutrisman disebabkan oleh korban sendiri yang menyayat dirinya dengan pisau di bagian leher, perut dan pergelangan tangan, sehingga Sutrisman akhirnya meninggal dunia.
Busyra dokter ahli forensik yang melakukan autopsi atas jenazah Sutrisman dalam Press Conference tersebut menjelaskan bahwa terdapat sayatan pada bagian leher yang memutus urat leher, sayatan pada perut dan tangan korban. ” Tidak ditemuinya adanya perlawanan dari korban dan sayatan-sayatan itu tidak mengarah pada pembunuhan serta tidak ditemuinya tanda-tanda kekerasan ” , jelas dr.Bursya.
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai mengatakan bahwa hasil penyelidikan dan autopsi yang dilakukan atas kematian Sutrisman telah dilakukan secara maksimal, terbuka dan dilaksanakan secara scientific crime investigation, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dan spekulasi atas penyebab kematian korban.
Pihak keluarga korban dan saksi yang hadir dalam Press Conference tersebut melalui Reje Kampung Blang Rongka menyatakan menerima hasil penyelidikan dan autopsi serta mengikhlaskan kepergian almarhum Sutrisman. ( SZ )
