Barak1news.com. Madina.
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke -XXV tahun 2026/1447 H tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi dibuka Wakil Bupati (Wabub) Atika Azmi Utammi Nasution dan akan berlangsung selama tiga hari, 12-14 Februari 2026, di Kelurahan Longat, Kecamatan Panyabungan Barat.
Perhelatan MTQ Ke- XXV ini diikuti oleh 250 peserta, terbagi dalam 23 kafilah dari seluruh Kabupaten Mandailing Natal.
Sementara cabang yang di perlombaan ada 4 perlombaan, yakni Seni Baca Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, dan Karya Tulis Ilmiah.
Dalam sambutannya, Atika Azmi menyampaikan Pemkab Madina tetap menyelenggarakan MTQ di tengah penyesuaian anggaran yang ditetapkan pemerintah pusat. Sebab, ajang ini merupakan bagian dari identitas Madina yang dikenal sebagai daerah yang religius dan Serambi Mekkah Sumatera Utara.
“MTQ ini tidak boleh dihapuskan walaupun ada koreksi yang sangat mendalam terhadap keadaan fiskal daerah,” kata dia.
Wabup Atika berpesan agar MTQ ini tidak hanya dilihat sebagai ajang perlombaan untuk mendapatkan tiket mewakili Madina di tingkat provinsi.
“Tetapi bagaimana juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana kita ketahui itu adalah referensi hidup kita, kitab suci kita, pedoman hidup,” ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Madina H. Maranaik Hasibuan mengapresiasi pemerintah daerah yang tetap menyelenggarakan MTQ di tengah efisiensi dan keterbatasan anggaran.
“Semoga kegiatan event MTQ ke – XXV ini benar-benar menjadi sebuah berkah yang memberikan dampak positif untuk kemajuan Kabupaten Mandailing Natal,” kata dia.
Maranaik menuturkan, cita-cita melahirkan kabupaten yang madani harus dilakukan dengan menonjolkan nilai-nilai Islam, terlebih Madina selama ini dikenal sebagai daerah yang keislamannya begitu kental.
“Menurut hemat kami, Kabupaten Mandailing Natal yang mengarah menjadi kabupaten yang madani, tidak ada jawabnya kecuali warna Islami harus selalu muncul di Kabupaten Mandailing Natal,” sebut dia.
Sementara, ketua Panitia MTQ Bahruddin Juliadi menyatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dalam penghafalan, pengalaman, dan pendalaman isi Al-Qur’an bagi generasi muda. Kemudian, sebagai tolok ukur prestasi bagi qari-qariah, hafiz-hafizah, dan mufassir-mufassirah.
“Sebagai motivasi dan implementasi bagi masyarakat Mandailing Natal untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” lanjut kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) ini.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir unsur Forkopimda, Ketua MUI Muhammad Natsir, Kakan Haji dan Umrah Madina Ahmad Zainul Khobir, Pj. Sekda Drs. M. Sahnan Pasaribu, Asisten II Afrizal Nasution, sejumlah kepala OPD, dan para camat.
Penulis: Redaksi.
