Barak 1 News.com|Labusel
Wakil Bupati Labusel, H. Ahmad Padli Tanjung mengikuti zoom meeting peresmian Kick Off Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (Gerakan Penting) se Provinsi Sumatera Utara di Posyandu Ambacang Desa Aek Goti Kecamatan Silangkitang Labuhanbatu Selatan. Senin 10 Juni 2024.
Peresmian Gerakan Penting tersebut diresmikan langsung oleh Pj. Gubernur Sumatera Utara Hassanudin melalui zoom meeting yang dilaksanakan di Kabupaten Langkat.

Intervensi serentak pencegahan stunting tersebut merupakan langkah penting dalam upaya penekanan angka stunting melalui pencegahan sejak dini bagi ibu hamil, balita, dan catin. Serta Program yang dicanangkan Kemenko PMK RI, guna memastikan semua pihak bergerak bersama dengan sasaran yang tepat.
Usai mengikuti peresmian Gerakan Penting secara Zoom Meeting,Wabup H. Ahmad Padli Tanjung didampingi Wakli Ketua TP PKK Labusel Hj. Megawarni Harahap, Plt. Kadis Kesehatan dr. Bakti Suhendri Nasution, Kadis BKKBN, Hj. Agustina Nasution,Kadis Kominfo, M. Ikbal Nasution, Sekcam, Sadino, Kapus Aek Goti, dr. Triana Syahputri, Pj. Kades Aek Goti, Sri Hariati langsung meninjau kegiatan di posyandu Ambacang Aek Goti yang di fokuskan di halaman Masjid Baiturrahman.

H. Ahmad Padli Tanjung usai meninjau aktivitas posyandu pada media mengatakan, Pada tahun 2022-2023 di Kabupaten Labuhanbatu Selatan terjadi penurunan stanting yang cukup drastis yaitu 10.4 %. Karenanya Pemkab Labusel dalam penanganannya secara progressif mengarahkan semua sumber daya yang ada baik dari dana APBD maupun dana desa agar percepatan penurunan stunting dapat tercapai.
Lebih Lanjut Wakil Bupati mengatakan, untuk tahun ini lintas OPD dan forkofinda akan dicanangkan program bapak angkat guna pencegahan stunting di Labuhanbatu Selatan.

Sementara Plt. Kadis Kesehatan Labusel, dr. Bakti Suhendri Nasution di sela-sela kegiatan itu mengatakan, Kegiatan Gerakan intervensi serentak Pencegahan Stunting yang dilaksanakan secara zoom meeting secara bersamaan se sumatera Utara. Untuk Labuhanbatu Selatan sendiri data stunting di tahun 2023 sebesar 26 % anak penderita stunting dan pada tahun 2024 menurun menjadi 16 persen.
Untuk kegiatan di posyandu terdiri dari Penimbangan berat badan,pengukuran lingkar lengan atas dan intervensi lainnya untuk ibu hamil. sedangkan untuk balita mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar lengan atas dan lingkar kepala, pemberian vaksin, pemberian makanan tambahan dan intervensi lainnya.
dr. Bakti berharap di masa mendatang tidak ada anak-anak penderita stunting di Aek goti dan labuhanbatu selatan secara umum.

Sedangkan menurut Kepala Puskesmas Aek Goti, dr. Triana Syahputri untuk Desa Aek Goti tidak ada tercatat bayi dan balita yang menderita stunting alias nihil. Ini dikarenakan aktifnya setiap posyandu melaksanakan pengecekan aktivitas bayi dan balita secara benar serta memberikan makanan tambahan.
Beliau berharap Puskesmas Aek Goti tetap nol stunting dan semua balita di wilayah kerja Puskesmas Aek Goti sehat dan cerdas. (red)
