Barak 1 News.com|Labusel
Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, H. Ahmad Padli Tanjung, S.Ag mengunjungi lokasi banjir di Simarkaluang Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang Kab. Labuhanbatu Selatan pada Sabtu (30/12).

Kondisi curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini membuat sungai Barumun meluap termasuk sungai simarkaluang yang merupakan aliran dari Sungai Barumun. Akibatnya puluhan rumah terendam banjir, sehingga warga harus mengungsi ke tenda yang telah di sediakan Pemerintah Kecamatan Kotapinang.

Menurut Wabup, H. Ahmad Padli Tanjung yang didampingi Kaban BPBD Ismail Sawito Harahap, Kadis Pendapatan Hasan Basri Harahap, Camat Kotapinang Khoirul Ependi Batubara dan Bhabinkamtibmas Briptu Julham usai meninjau lokasi banjir di Simarkaluang pada media mengatakan, Banjir yang saat ini melanda sejumlah desa yang ada di Kabupaten Labuhanbat Selatan adalah musibah, karenanya kita harus menyikapinya dengan tabah dan sabar.

Kedatangan beliau ke lokasi banjir bersama tim untuk memantau secara langsung keadaan masyarakat terdampak banjir sekaligus memberi semangat dan nasehat agar dalam menghadapi musibah banjir dapat dilalui dengan sabar. Dengan kondisi seperti ini, pemkab Labuhanbatu Selatan dengan segenap tenaga siap memberikan bantuan dan pertolongan kepada masyarakat

Wabup juga berharap dimasa mendatang kondisi seperti ini harus lebih diperhatikan lagi agar dapat diantisipasi permasalahan banjir yang hampir setiap tahun mendera masyarakat yang berada di bantaran sungai Barumun.
Sementara menurut Rosinta Hasibuan, salah seorang warga Simarkaluang di tempat pengungsian mengatakan, Banjir yang melanda kampungnya sudah seminggu dan baru tiga hari lalu mereka harus mengungsi karena air meluap sampai masuk ke rumah. Saat ini warga yang berada di Simarkaluang terpaksa tinggal di tenda pengungsian yang terbuat dari terpal.

Rosnita juga mengatakan selama di pengungsian mereka tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa sembako demi untuk bertahan hidup selama menetap di tenda pengungsian.
Rosnita berharap banjir segera surut agar mereka dapat kembali ke rumah masing-masing dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Hasil pantauan media Barak 1 TV di lokasi banjir terlihat Ketinggian air mencapai 1 meter. walaupun air berangsur-angsur surut, namun masyarakat belum bisa berbuat banyak karena rumah mereka masih digenangi air yang berasal dari sungai simarkaluang. (red)
