Barak1news.com. / Padang Lawas.
Perkembangan zaman digitalisasi semakin canggih, semua semakin dipermudah melalui handphone dengan berbagai merk dan produk yang keluar.
Kecanggihan alat komunikasi tersebut, tak serta merta penggunanya akan berbuat sesuka hati agar disebut sebagai manusia modern.
Seharusnya pengguna alat komunikasi canggih harus mempergunakannya untuk hal hal positif sebagai jalan komunikasi yang ramah terhadap sesama manusia.
Sebagian orang yang tidak bertanggungjawab malah menyalahgunakan hal tersebut dengan berbagai modus untuk meraup keuntungan pribadi tanpa harus berpikir bahwa perbuatannya dapat meresahkan dan merugikan orang lain.
Untuk itu adakalanya kita dituntut harus selalu waspada terhadap berbagai macam kejahatan, termasuk modus hacker untuk memperdaya dan memanfaatkan hak milik orang lain.
Seperti halnya, media perpesanan singkat WhatsApp (WA) milik pribadi Abdus Salam Siregar salah satu wartawan media online yang tengah dibajak alias di hacker oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
Kejadian itu diketahui setelah diumumkan melalui media sosialnya Facebook (FB) pada Selasa 20/10/2025 siang.
“Diberitahukan pada semua teman dan rekan rekan WhatsApp pribadi saya saat ini sedang di Hecker, kalo ada yang mengirim dan minta berupa uang atau pulsa itu bukan saya, dan saya meminta maaf atas kejadian ini,” Kata Abdus salam.
Saya berpesan kepada semua rekan rekan dan saudaraku untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang bisa saja terjadi dan dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, agar selalu waspada dan jeli dalam menggapai media sosial,,’ tambahnya.
Ia juga mengharapkan agar pihak pemerintah melalui Diskominfo supaya melakukan kewajiban untuk selalu melindungi dan memperhatikan media sosial dalam bentuk pengawasan dari orang orang yang menyalahgunakannya,’ ucap Salam Siregar.
Ini suatu hal ini menjadi pelajaran baginya, dan kalau bisa yang bersangkutan diberikan hukuman atas kejahatan tersebut lakukan bagi siapa saja yang berbuat menyalagunakan alat Digital,’ tutupnya.
Penulis: Saba Harahap.
