Barak1News.com|Deliserdang
Diduga akibat rendahnya kualitas pengerjaan drainase di Gg Prawira Desa Jatikesuma Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang provinsi Sumut menyebabkan rubuhnya bangunan.
Persitiwa rubuhnya bangunan drainase dengan anggaran sebesar Rp 144.603.200 tersebut tentunya menimbulkan pertanyaan ditengah-tengah masyarakat.
Saat ditelusuri media ini, Kamis (27/6/2024), bangunan drainase yang rubuh kembali di perbaiki menggunakan alat berat dengan cara menancapkan beton tersebut kembali ke tanah tanpa melakukan perbaikan tambahan dalam bentuk pembuatan pondasi baru.
Meski dalam pengawasan beberapa perangkat Desa Jatikesuma, namun terlihat perbaikan yang dilakukan masih terkesan asal jadi.
Pertanyaan publik pun kembali bermunculan terkait kwalitas proyek yang sedang di perbaiki itu.
Saat dikonfirmasi, tidak satupun dari perangkat Desa yang berada di lokasi memberikan keterangan kepada wartawan terkait ambruknya drainase.
Terlihat saat proses pengerjaan dilokasi , alat berat sedang mencoba mengangkat bangunan yang roboh tersebut dan mencoba meletakkan kembali pada titik yang tepat layaknya permainan puzzle.
Dengan praktek pengerjaan ini apabila benar bangunan yang roboh diangkat kembali dan ditancapkan kembali masyarakat setempat mengaku khawatir dalam waktu dekat bangunan tersebut akan kembali roboh karena pengerjaan nya tidak sesuai dengan standar yang seharusnya.
Salah seorang warga (SG) dengan tegas meminta pihak terkait, aparat penegak hukum agar turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi langsung di lapangan.
Dia juga meminta tim terkait segera melakukan audit terhadap penggunaan anggaran pembangunan Drainase yang ada di Desa Jatikesuma Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang.
“Kalau bisa, secepatnya audit DD di desa jatikesuma. Bagaimana mungkin anggaran sebegitu banyak yang keluar kwalitasnya hanya bertahan 2 minggu saja. Apakah kades seperti ini masih layak dipertahankan kembali sebagai pemimpin di desa ini?” jelas SG salah satu warga yang cinta pembangunan dan cukup vocal di namorambe
“Semoga ada pengganti yang lebih baik dari dia kedepannya, dan pak camat juga harus mengambil kebijakan dalam hal ini tidak boleh diam”. Tambah SG.
(HENDRA SINAGA)
