
Barak-1News | Jakarta
Sebanyak 255 unit kapal telah disiapkan untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2026, guna memastikan keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas penumpang di lintas penyeberangan nasional.
Hal itu disebutkan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dalam keterangan di Jakarta Rabu (18/2) tadi sore.
“Terkait kesiapan angkutan penyeberangan secara nasional ujarnya, Perhubungan telah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan melalui 15 lintas penyeberangan”.

Lampung Gerbang Masuk
Demi mendukung kelancaran angkutan Lebaran di transportasi laut, Menhub menggandeng sejumlah kepala daerah, salah satunya Pemerintah Provinsi Lampung, di mana daerah itu memiliki peran yang sangat strategis dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran.
Menurut Menhub, Provinsi Lampung merupakan “Gerbang Masuk” bagi masyarakat, khususnya dari Pulau Jawa yang akan melakukan perjalanan ke berbagai provinsi di Pulau Sumatra.
Menhub mengatakan, pelabuhan penyeberangan Bakauheni diprediksi akan menjadi salah satu pelabuhan penyeberangan tujuan terpadat secara nasional pada masa Angkutan Lebaran 2026.

Koordinasi Dengan Pemprov Lampung
Selain itu, menurut hasil survei, Provinsi Lampung masuk dalam lima besar provinsi tujuan favorit dari wilayah Jabodetabek dengan perkiraan pergerakan masyarakat sebesar 778 ribu orang.
“Karenanya, koordinasi dan sinergi dengan Pemprov Lampung menjadi fondasi penting dalam memastikan arus mudik maupun balik dari dan menuju Pulau Sumatera dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali”, imbuhnya.
Dudy menjelaskan, sebagai pelabuhan asal, jumlah penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni diprediksi mencapai angka 813 ribu orang.
Sementara itu, sebagai pelabuhan tujuan, jumlah penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni diprediksi mencapai angka 2,94 juta orang.
Perlu diwaspadai bersama, lanjut Menhub, angka yang ada di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni tidak berdiri sendiri, melainkan perlu digabung dengan potensi pergerakan penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Merak,

mayoritas akan menuju Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.
“Karena itu, butuh penguatan pengamanan dan manajemen operasional yang optimal guna memberikan keamanan, kelancaran, dan kenyamanan bagi para pemudik,” terang Dudy.

Lima Jalur Penyeberangan
Untuk lintas penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera, tambah Menhub, terdapat lima jalur penyeberangan yang tersedia, yakni Merak-Bakauheni, Ciwandan-PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan-Bakauheni, BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu, dan PT Krakatau Bandar Samudera-Panjang sebagai contingency plan.
Kemudian diungkapkan Menhub, penerapan delaying system (sistem tunda) di sekitar kawasan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni tersebar di 10 titik buffer zone (kawasan penyangga), baik di jalan tol maupun arteri.
“Penerapan buffer zone akan memanfaatkan sejumlah lokasi seperti terminal, area parkir, hingga rumah makan,” kata Menhub.
“Harapannya, selain dapat memecah kepadatan arus lalu lintas, penerapan delaying system ini juga bisa dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” tambah Menhub. (Ant/DkSi)
Editor | Mukhlis Nst
