Aceh Singkil, ( Barak I News )
Bangunan SDN dan SMPN 3 juga Puskesmas Pembantu (Pustu) Rantau Gedang kecamatan Singkil kabupaten Aceh Singkil, kondisinya sangat memprihatinkan.
Disamping itu, sekolah ini senantiasa menjadi langganan banjir di saat air pasang besar. Sehingga moubilier sekolah dan peralatan lain cepat rusak, belum lagi lantai dan dinding papan terancam lapuk.
Hal ini diungkapkan kepala desa Adi Antoni melalui awak media, baru-baru ini. Menurut dia, merupakan satu-satunya sekolah yang ada disini.

Dengan sumber siswanya dari dua desa, yaitu SDN Teluk Rumbia dan Rantau Gedang. Namun sayang, kata kepala desa, sekolah ini kurang mendapat perhatian dinas pendidikan.
Walaupun kondisinya memprihatinkan, namun pihak orang tua siswa tetap antusias memasukkan anak-anak nya bersekolah disini. Bila ke kota, ucap kepala desa, terasa jauh, apalagi kondisi jalan desa rusak parah.

Kepala desa berharap, pemerintah kabupaten Aceh Singkil melalui dinas pendidikan dan kebudayaan dapat turun melihat langsung dan menganggarkan dana untuk pembangunan atau rehabilitasi berat, sebutnya.
“Seingat kami sekolah ini sudah pernah ditinjau pihak dinas pendidikan dan sudah dilakukan pengukuran”, tapi entah mengapa pembangunan atau rehabilitasi sekolah tidak kunjung ada, katanya. Hingga sekarang kalau dilihat, memang sudah tidak layak lagi, ujar Adi.
Sementara, kepala sekolah SMPN 3, Syahrizal Rao, dikonfirmasi, mengakui kondisi sekolahnya sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah kabupaten Aceh Singkil, agar kegiatan proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik, sebutnya.
“Saya sudah 18 tahun mengabdi di sekolah itu, kendala terbesar saat air pasang, sehingga katanya, terkadang sulit melintas jalan akibat genangan air.
Selain itu, berpengaruh terhadap sekolah, kadang diruang belajar, air masuk selutut kaki orang dewasa, jelasnya. Sedangkan air itu masuk minimal setahun sekali.
Bagi saya dan teman-teman guru, itu sudah biasa, malahan menjadi cambuk untuk lebih meningkatkan kinerja demi SDM anak didik, akunya.
Dengan keadaan seperti ini, pihak sekolah berharap agar kepala dinas pendidikan dan kebudayaan dapat turun dan merespons perbaikan di sekolah ini, ujar Rao. (M.Yantoro)
Editor | Mukhlis Nst
