Poto: Safriadi Oyon Bupati Aceh Singkil. Poto bersama M. Najur, Mpd. di Aceh Singkil
Barak1news.com, Aceh Singkil – Nama M. Najur bagi dunia pendidikan Aceh Singkil bukan sekadar nama pejabat dalam struktur birokrasi semata. Beliau adalah sosok teladan dan ikon perjuangan yang telah mengukir sejarah serta jejak pengabdian panjang selama dua dekade di daerah ini.
Purnatugas sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Singkil, M. Najur dikenal sebagai pemimpin yang dipercaya memegang tampuk pimpinan di dua organisasi besar secara bersamaan. Beliau memimpin Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) selama dua periode, serta memimpin Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Singkil juga selama dua periode, dan keduanya dipilih melalui kesepakatan bulat atau aklamasi.
Kiprah beliau tidak terbatas hanya pada pelaksanaan tugas kedinasan di kantor. M. Najur dikenal sangat aktif memperkuat fondasi organisasi, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mengawal perlindungan hak-hak seluruh tenaga pendidik. Sebagai sosok yang memegang dua peran besar, yakni sebagai pejabat publik dan pemimpin organisasi, perjalanan karier beliau tidak selamanya berjalan mulus. Di tengah pengabdian yang tulus, beliau kerap kali menjadi sasaran serangan, fitnah, serta berbagai upaya pendangkalan citra dari pihak-pihak yang tidak sepaham atau merasa terganggu dengan ketegasannya. Namun, berkat integritas yang dijaga dan landasan hukum yang kuat, segala tuduhan tersebut terbukti tidak berdasar dan akhirnya luntur dengan sendirinya, kalah oleh fakta dan kinerja nyata yang telah beliau persembahkan untuk daerah.
Pandangan Pemerintah: Kontribusi yang Tak Ternilai
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon yang berhasil media ini wawancarai (19 Mei 2026) di Singkil, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh M. Najur. Menurut Bupati, kehadiran dan peran M. Najur saat menjabat sebagai Sekretaris Disdikbud menjadi sangat krusial dalam memantapkan sistem kerja serta meningkatkan kualitas kinerja pendidikan di Aceh Singkil.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang mendalam kepada Bapak M. Najur. Selama menjabat, beliau menunjukkan loyalitas yang sangat tinggi dan memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi kemajuan pendidikan di Aceh Singkil. Sebagai Ketua KoBar-GB maupun Ketua PGRI, beliau tidak pernah mengenal kata lelah dalam melakukan edukasi, memberikan pendampingan hukum, dan berjuang demi meningkatkan kesejahteraan guru serta tenaga kependidikan,” ujar Bupati Safriadi Oyon.
Lebih lanjut, Bupati mengaku sangat menyayangkan kepindahan M. Najur yang kini bertugas dan mengabdi di Aceh Selatan.
“Sebetulnya kami sudah meminta dan berharap beliau tetap tinggal dan mengabdi di Aceh Singkil. Namun, beliau memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pengabdian di kampung halamannya. Kami sangat menghargai keputusan tersebut. Padahal, potensi kolaborasi dan kerja sama kelembagaan yang bisa kami bangun bersama masih sangat luas untuk dikembangkan demi masa depan pendidikan yang lebih baik,” tambahnya.
Di Mata Tenaga Pendidik: Tempat Berpijar dan Perlindungan Hukum
Kepindahan M. Najur meninggalkan kesan yang mendalam serta rasa kehilangan yang besar di kalangan pendidik. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan awak media kepada guru PNS, tenaga honorer, maupun guru berstatus PPPK, sosok M. Najur melekat kuat sebagai pelindung sejati dan pembela hak yang tulus hati.
Kabar baik datang dari struktur organisasi saat ini, di mana M. Najur kini dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua PGRI Provinsi Aceh, sekaligus menjabat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) PGRI wilayah Aceh Barat dan Selatan, yang mana wilayah kerja ini masih mencakup Kabupaten Aceh Singkil. Posisi ini menjadi jembatan harapan, agar silaturahmi, komunikasi, dan dukungan bagi para guru di daerah ini tetap terjalin dengan baik.
“Kami merasa sangat sedih harus berpisah secara administratif. Namun, di sisi lain kami bersyukur karena beliau kini menjabat di tingkat Provinsi. Selama beliau memimpin, baik saat menjabat sebagai Kepala Bidang, Sekretaris Disdikbud, Ketua KoBar-GB, maupun Ketua PGRI, kami benar-benar merasa aman, terlindungi, dan diperhatikan hak-hak hukum serta kesejahteraan kami,” ungkap Rajinudin, perwakilan guru dari Kecamatan Suro Makmur.
Menurut penuturannya, selama kurang lebih 20 tahun menakhodai organisasi guru, M. Najur dinilai sebagai pemimpin yang visioner dan sangat gigih. Beliau tidak pernah mengenal lelah berjuang demi menegakkan hak, kehormatan, dan kesejahteraan seluruh tenaga pendidik tanpa terkecuali.
Sementara itu, Habibah Winda Sari Berutu, Guru di UPTD SPF Situban Makmur, Kecamatan Danau Paris, yang ditemui di sela kesibukannya, mengaku sangat dekat dan terbantu dengan gaya kepemimpinan M. Najur.
“Sosok Pak M. Najur itu sangat akrab dengan kami semua para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Aceh Singkil. Jika kami butuh berkoordinasi atau berkonsultasi, kami sangat mudah menghubungi beliau, cukup lewat telepon atau pesan WhatsApp. Beliau sendiri pun sering menyarankan kepada kami, jika ada hal penting baik menyangkut kedinasan maupun organisasi, jangan ragu untuk langsung menghubungi. Kemudahan akses seperti ini sangat membantu kami, karena tidak harus jauh-jauh datang menemui secara langsung,” ujar Habibah.
Penelusuran awak media juga menghadirkan kesan mendalam dari Thaufan Firdaus, yang kini berstatus sebagai Guru PPPK. Baginya, M. Najur adalah sosok pejuang nomor satu.
“Pak M. Najur adalah sosok yang paling gigih dan vokal memperjuangkan nasib kami. Sejak kami masih berstatus tenaga honorer, beliau yang paling lantang berjuang agar penghasilan kami layak. Hingga proses pengangkatan kami menjadi guru PPPK seperti saat ini pun, tidak lepas dari peran besar dan upaya keras yang beliau lakukan demi kami,” kenang Thaufan penuh rasa syukur.
Zainal Abidin Simatupang, yang baru saja terpilih menjadi Ketua PGRI Aceh Singkil pada Konferensi XXIII tanggal 9 Mei 2026 lalu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp juga menyampaikan rasa hormat yang tinggi kepada pendahulunya.
“Pak M. Najur adalah sosok yang sangat berani dalam memperjuangkan kepentingan para guru. Banyak sekali hal berharga yang harus dan wajib kami pelajari dari beliau. Tentu saja, segala kebijakan dan hal baik yang sudah diterapkan selama masa kepemimpinan beliau, akan kami lanjutkan dan kami kembangkan demi kebaikan organisasi dan anggotanya,” tegas Zainal.
Rasa terima kasih yang mendalam terus mengalir dari seluruh elemen dunia pendidikan di Aceh Singkil. Jasa-jasa beliau mungkin sulit dibalas dengan materi, namun namanya akan terukir abadi dalam sejarah kemajuan pendidikan daerah ini.
“Kami tidak akan mampu membalas segala kebaikan dan jasa-jasa beliau. Kami hanya bisa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bapak M. Najur adalah pahlawan bagi kami para guru dan tenaga kependidikan. Semoga langkah beliau senantiasa diberkahi dan semakin sukses dalam mengemban amanah yang baru,” pungkas Zainal mengakhiri.
Biro aceh singkil
Penulis : April Siregar
