
Barak-1News | Rantauprapat
Bhabinkamtibmas kelurahan Pulo Padang, Aiptu Julianto Wisnu berhasil membujuk warga, agar minyak CPO (Crude Palm Oil) yang berada di pabrik dapat dikeluarkan.
Sebelumnya, sejumlah warga Pulo Padang menolak berdirinya PKS Sawit Permai. Penolakan tersebut sempat di mediasi Camat Rantau Utara pada Senin (4/7) di posko perlawanan rakyat Pulo Padang.
Dari pantauan awak media, dalam mediasi itu, terjadi pro dan kontra. Dimana menemukan solusi agar Minyak CPO milik perusahaan tersebut yang berada di dalam PKS Pulo Padang Sawit Permai bisa dikeluarkan.
Dalam mediasi tersebut, Kapolres Labuhanbatu diwakilkan Kasat Intel AKP Sunarto bermohon kepada warga Pulo Padang agar minyak CPO yang berada didalam pabrik tersebut dapat dikeluarkan.
Bila Minyak CPO tersebut tidak dapat dikeluarkan, maka katanya, pada 11Juli mendatang akan kadaluarsa, mengakibatkan CPO tersebut menjadi limbah dan pengaruhnya sangat berbahaya pada masyarakat setempat, ujarnya.
Mediasi tersebut berjalan sangat alot hingga akhirnya warga Pulo Padang menyetujui permintaan dari Kasat Intel Polres Labuhanbatu agar Minyak CPO tersebut dikeluarkan.
Dengan komitmen, permintaan warga harus dipenuhi pihak perusahaan PKS untuk mendatangkan orang berkompeten dari pihak perusahaan yang dapat memberikan keputusan langsung, ujar warga.
Serta menandatangani kesepakatan bersama warga Pulo Padang hingga seminggu kedepan. Juga kesepakatan lainnya bahwa pada Kamis (7/7) perusahaan akan menunjukkan legalitas semua perizinan yang dikantongi PKS Pulo Padang Sawit Permai.
Dalam mediasi tersebut dihadiri Danramil kota 0209/LB, Kasat Intelkam Polres Labuhanbatu, Camat Rantau Utara, Lurah Pulo Padang, Babinkamtibmas, Direktur Operasional PKS Pulo Padang, dan warga Pulo Padang.

Sosok Peduli Warga
Sementara itu, salah satu warga Pulo Padang menyampaikan kepada awak media ini, bahwa warga menerima kesepakatan dari kasat intelkam Polres Labuhanbatu untuk mengeluarkan minyak CPO PKS Pulo Padang Sawit Permai dikarenakan permintaan dari Babinkamtibmas Aiptu Julianto Wisnu.
Hal itu, ungkapnya, Babinkamtibmas ini selalu menghabiskan waktunya mendampingi warga Pulo Padang.
Dalam aksinya, sebut warga, “Beliau Aiptu Julianto Wisnu seorang sosok yang peduli kepada warga Pulo Padang yang menolak berdirinya pabrik tersebut”.
Disamping itu, ucapnya, pak Wisnu menghabiskan waktunya bersama kami, dan beliau menjamin kami dengan keamanan dan kenyamanan dalam segala hal, ujar warga tersebut.
Warga tersebut juga berkata bahwa sosok Aiptu Julianto Wisnu layak disebut Hoegeng dari Labuhanbatu.
Pasalnya beberapa waktu lalu, dia menonton film dokumenter Jendral Hoegeng. Dia sepakat jika bapak Babinkamtibmas Pulo Padang Aiptu Julianto Wisnu dengan segala pengorbanan nya dalam bertugas layak disebut “Hoegeng dari Labuhanbatu”,
Sedangkan persetujuan dikeluarkannya minyak CPO yang berada didalam pabrik tersebut dikarenakan sosok pak Wisnu Babinkamtibmas, ujarnya.
“Dia bermohon kepada kami, sehingga kami luluh mendengarkan nya untuk mengeluarkan minyak CPO tersebut”, ungkapnya.
Akhirnya berkat perkataan dan kinerja pak Wisnu itu, kata warga, minyak CPO dapat dikeluarkan dari pabrik.
“Pak Kapolri, pak Kapoldasu dengarkan kami warga Pulo Padang bahwa keluarnya Minyak CPO PKS Pulo Padang Sawit Permai dikarenakan Babinkamtibmas kami, bapak Wisnu. Makanya hasil mediasi dalam hal Minyak CPO kami sepakati, akunya.

Begitulah, ujar warga, ternyata dalam memperingati HUT Bhayangkara Ke-76 ini, Aiptu Julianto Wisnu sangat peduli keamanan dan kenyamanan warga pulo padang dalam unjuk aksi di posko perlawanan rakyat, menolak berdirinya pabrik PKS Pulo Padang Sawit Permai dan berjasa memediasi warga Pulo padang agar Minyak CPO yang berada di pabrik tersebut bisa dikeluarkan, ungkapnya. (B.Siregar )
Editor | Mukhlis Nst
